Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengungkapkan temuan mengejutkan terkait penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos). Sebanyak 600 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia diduga menggunakan dana bansos untuk bermain judi online (judol).
“Enam ratus ribu itu seluruh Indonesia. Enam ribu lebihnya KPM di Kabupaten Bogor, tertinggi,” ujar Saifullah Yusuf saat meninjau penyaluran bansos di Kantor Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (24/10).
Menurut data yang diterima Kementerian Sosial dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ribuan penerima manfaat itu terindikasi terlibat dalam aktivitas judi daring. Dari total tersebut, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah tertinggi, mencapai lebih dari 6.000 KPM atau sekitar 10% dari total nasional.
“Ada yang memang main judol, ada juga yang mungkin dimanfaatkan orang. Sedang kita dalami,” kata Mensos. “Namun dalam temuan PPATK memang terindikasi bermain judol,” tambahnya.
Selain kasus penyalahgunaan bansos untuk judi online, Kementerian Sosial juga telah menghapus 1,9 juta penerima manfaat dari daftar penerima karena berbagai alasan ketidaktepatan sasaran. Angka tersebut, kata Mensos, tidak termasuk 600 ribu penerima yang terindikasi bermain judol.
“Yang 1,9 juta itu sudah pasti dihapus. Yang judol itu sekitar 600 ribu KPM, jadi beda lagi. Jadi yang kita koreksi lebih dari dua juta termasuk yang judol,” jelasnya.
Saifullah menegaskan pentingnya pendamping sosial untuk lebih teliti dan cermat dalam memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan. Ia meminta agar para pendamping melakukan edukasi ulang kepada penerima manfaat.
“Ini bukan berarti salah siapa-siapa. Kita harus bersama-sama melakukan pendampingan dan edukasi lagi,” katanya.
Meski demikian, Kementerian Sosial masih memberi kesempatan kepada penerima yang terbukti bermain judol namun benar-benar membutuhkan bantuan. Mereka dapat mengajukan reaktivasi melalui RT, RW, atau pendamping sosial, namun hanya diberi kesempatan satu kali.
“Masih kita beri kesempatan untuk reaktivasi lagi. Dikasih kesempatan, tapi hanya sekali,” pungkas Mensos. (Z-10)
Kemensos memberi peluang baru bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) akibat terlibat judi online
MENTERI Sosial, Saifullah Yusuf menuturkan Kementerian Sosial sudah melakukan ground check terhadap 12 juta keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos).
Masyarakat yang menerima tersebut berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang setiap bulannya diperbaharui.
Gagal salur ini disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya adanya perubahan nama atau ada ketidakcocokan administrasi.
KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa pemerintah akan menyalurkan stimulus bantuan pangan pada akhir Juni sampai dengan awal Juli mendatang.
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 sebagai upaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900 ribu mulai 1 November 2025 ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM).
Ingin tahu apakah Anda termasuk penerima bansos BLT Rp900 ribu? Anda bisa mengeceknya langsung melalui situs resmi Kementerian Sosial di kemensos go id (menu Cek Bansos).
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memastikan stimulus Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) mulai dicairkan Senin, 20 Oktober.
Kemensos memberi peluang baru bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) akibat terlibat judi online
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved