Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM DVI Polda Jatim kembali berhasil melakukan identifikasi terhadap jenazah santri yang menjadi korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny. Hingga saat ini, jenazah yang berhasil diidentifikasi sebanyak enam jenazah.
Keenam jenazah yang berhasil diidentifikasi adalah Abdus Somad, Imam Junaidi, M Fajri Ali, M Nasihudin, A Suaifi dan M Haikam.
“Enam kantong jenazah yang diidentifikasi enam, cocok dengan data yang kita terima,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim Kombes Khusnan Marzuki di Post Mortem RS Bhayangkara Surabaya di Surabaya, Selasa (7/10).
Mereka teridentifikasi dari hasil tes DNA, medis, dan data yang lain dari pihak keluarga.
“Rata-rata mereka bisa diidentifikasi dari DNA yang dikirim ke Jakarta,” katanya.
Dengan demikian, hingga kini tercatat 40 korban teridentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara. “Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap Post Mortem dan Ante Mortem dari jenazah yang tersisa,” ujarnya,
Sedangkan untuk seluruh jenazah yang diterima sudah dikirim DNA-nya ke Jakarta. Kini Tim DVI menunggu hasil dari jenazah yang tersisa.
“Kami berharap secepatnya bisa teridentifikasi,” ujarnya. (FL/E-4)
KEINGINAN Nur Ahmad warga Surabaya yang kehilangan tangan akibat runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, untuk mendapat tangan palsu menemukan titik terang.
SETELAH berhasil diidentifikasi, jenazah santri Fairuz Shirojuddin, 16, dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Singopadu Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Rabu (15/10) malam.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur akhirnya menuntaskan proses identifikasi korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kedatangan jenazah santri yang dikenal rajin dan cerdas itu, disambut tangis keluarga dan tetangga dekat.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pendampingan terhadap para santri asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
PEMERINTAH memulai pembangunan ulang pondok pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat ambruk pada September 2025 lalu.
PELETAKAN batu pertama rekonstruksi Pesantren Al-Khoziny menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, sarana dan prasarana serta integritas lembaga.
PEMBANGUNAN gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resmi mulai dikerjakan, Kamis (11/12).
SEBANYAK 80 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia memiliki kondisi bangunan dengan tingkat kerawanan tinggi atau berisiko ambruk.
Kasus Ponpes Al Khoziny menyingkap problem serius mengenai ketidakpatuhan terhadap aturan perizinan bangunan di Indonesia.
KANTOR Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan solusi hukum dalam percepatan pembangunan Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved