Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI teknik sipil dari Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Sumatra Barat, Prof. Fauzan, menyoroti penggunaan dini bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Padahal bangunan ponpes yang ambruk pada Senin (29/9) lalu itu masih dalam tahap pembangunan.
“Bangunan itu bisa digunakan apabila sudah diserahterimakan,” tegas Prof. Fauzan saat diwawancarai di Padang, Selasa (7/10).
Komentar ini muncul sebagai respons atas insiden tragis runtuhnya salah satu bangunan di kompleks Ponpes Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut merenggut nyawa puluhan santri yang tertimbun reruntuhan saat melaksanakan salat berjamaah di lantai dua bangunan yang masih direnovasi.
Lulusan The University of Sheffield, Inggris, dalam bidang teknologi beton itu mengungkapkan kekhawatirannya bahwa bangunan tersebut belum melalui proses serah terima dari kontraktor kepada pihak pengelola, namun sudah dimanfaatkan untuk kegiatan harian.
“Yang kita khawatirkan itu, ini belum serah terima tapi sudah difungsikan dan itu tidak boleh,” ujarnya.
Menurutnya, dalam prosedur konstruksi yang benar, proses serah terima wajib dilakukan secara resmi oleh kontraktor dan disahkan oleh pengawas proyek, sebelum akhirnya diserahkan kepada pemilik bangunan, baik secara bertahap maupun keseluruhan.
Ia juga menegaskan bahwa bangunan yang masih dalam tahap konstruksi tidak layak untuk digunakan, karena dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa.
“Jadi itu tidak boleh karena ada risiko material yang jatuh, dan seharusnya tidak boleh kalau memang belum diserahterimakan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Prof Fauzan menekankan pentingnya memenuhi sejumlah persyaratan sebelum sebuah bangunan dinyatakan layak pakai, terutama dari sisi kekuatan struktur dan keamanan. (Ant/E-4)
PEMERINTAH memulai pembangunan ulang pondok pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat ambruk pada September 2025 lalu.
PELETAKAN batu pertama rekonstruksi Pesantren Al-Khoziny menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, sarana dan prasarana serta integritas lembaga.
PEMBANGUNAN gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resmi mulai dikerjakan, Kamis (11/12).
SEBANYAK 80 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia memiliki kondisi bangunan dengan tingkat kerawanan tinggi atau berisiko ambruk.
Kasus Ponpes Al Khoziny menyingkap problem serius mengenai ketidakpatuhan terhadap aturan perizinan bangunan di Indonesia.
KANTOR Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan solusi hukum dalam percepatan pembangunan Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
KEINGINAN Nur Ahmad warga Surabaya yang kehilangan tangan akibat runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, untuk mendapat tangan palsu menemukan titik terang.
SETELAH berhasil diidentifikasi, jenazah santri Fairuz Shirojuddin, 16, dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Singopadu Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Rabu (15/10) malam.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur akhirnya menuntaskan proses identifikasi korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kedatangan jenazah santri yang dikenal rajin dan cerdas itu, disambut tangis keluarga dan tetangga dekat.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pendampingan terhadap para santri asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved