Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan (Disdik) Banyumas, Jawa Tengah mensinyalir telah terjadi ‘rebutan sekolah’ di antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Akibat kondisi rebutan konsumen tersebut, Disdik membuat himbauan khusus kepada para kepala sekolah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Itu memang terjadi, antardapur mencari pangsa pasar. Oleh karena itu, ke depannya, harus dipetakan terlebih dahulu jangan sampai kejadian seperti ini terulang,”kata Kepala Disdik Banyumas Joko Wiyono, Selasa (30/9).
Untuk mengatasinya, Joko mengaku telah meminta kepada sekolah untuk tidak melakukan perjanjian kesepatakan (MoU) dengan SPPG jika tidak diketahui oleh Koordinator Wilayah (Korwil). SPPG merupakan unit dapur penyedia menu MBG
.
Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan SPPG untuk melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang nantinya dilayani. “Disdik memiliki data sekolah-sekolah mana yang belum dan sudah dilayani SPPG. Sehingga nantinya tidak saling rebutan dalam melayani sekolah. Jangan sampai ada SPPG yang sama sekali belum melayani MBG,”ujarnya.
“Program MBG itu bagus, maka harus ditata dengan bagus. Salah satu yang kami upayakan adalah berkoordinasi dengan SPPG, sehingga akan bisa menentukan pemetaan sekolah dan SPPG yang melayani,” tambahnya. (M-1)
Skema insentif dalam Program MBG tidak hanya memberikan perlindungan finansial bagi mitra SPPG, tetapi juga disertai mekanisme kontrol ketat. Berlaku no service, no pay.
Salah satu penyebab utama penghentian sementara operasional tersebut adalah belum terpenuhinya standar laik higiene sanitasi (SLHS).
BGN menghentikan sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur mulai 1 April 2026 karena belum memiliki SLHS dan IPAL. Ini alasannya.
ARUN berdiri di samping para mitra untuk memastikan bahwa tantangan birokrasi dan hambatan teknis tidak mematahkan semangat pengabdian mereka.
BGN menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada mitra yang terbukti melakukan mark up harga bahan baku, apalagi sampai menekan KaSPPG.
Kepala BGN Dadan Hindayana, mengatakan sudah menegur pria yang berjoget di sebuah SPPG sembari menunjukkan insentif sebesar Rp6 juta. Ia minta pria yang viral itu minta maaf ke publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved