Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Ribuan SPPG Disetop Sementara, Kepala BGN Bongkar Penyebabnya

Naufal Zuhdi
02/4/2026 17:38
Ribuan SPPG Disetop Sementara, Kepala BGN Bongkar Penyebabnya
Kepala BGN Dadan Hindayana (kedua kanan).(MI/Naufal Zuhdi)

PEMERINTAH melalui Badan Gizi Nasional terus melakukan pengetatan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dengan memberikan sanksi kepada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar.

Sebagaimana diketahui, saat ini sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi dengan 2.162 (SPPG) ditutup sementara, dan yang di-suspend 1.789 (SPPG), SP1 368 (SPPG), serta SP2 sebanyak 5 SPPG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan, salah satu penyebab utama penghentian sementara operasional tersebut adalah belum terpenuhinya standar laik higiene sanitasi (SLHS). Selain itu, terdapat pula SPPG yang telah mendaftar namun belum memperoleh sertifikasi dalam waktu yang ditentukan.

“Yang pertama karena belum daftar SLHS. Kemudian ada juga yang sudah daftar tapi satu bulan belum keluar. Meskipun ada SPPG yang bagus, kalau SLHS-nya belum keluar, kita suspend dulu,” jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4).

Menurutnya, status tersebut bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pemenuhan persyaratan oleh masing-masing SPPG.

“Nanti data ini akan berkembang, karena bisa saja dalam dua atau tiga hari SLHS-nya keluar,” tambahnya.

Selain persoalan sertifikasi, kendala lain yang ditemukan adalah belum tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah SPPG.

“Ada juga yang belum memiliki IPAL. Kita minta mereka membangun IPAL terlebih dahulu. Jadi disuspend sementara, bisa satu sampai dua minggu tergantung kecepatan pembangunannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa temuan tersebut juga berkaitan dengan evaluasi selama Ramadan, di mana terdapat sejumlah kasus penyajian menu yang tidak sesuai standar.

“Selama Ramadan kemarin ada 62 SPPG yang menghasilkan menu kurang sesuai. Itu yang sempat ramai di media sosial, dan kita hentikan dulu supaya mereka memperbaiki,” ujarnya. (Fal/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya