Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU dan ASN di Bali mengeluhkan pungutan donasi bagi korban bencana alam dengan angka yang ditentukan. Keluhan tersebut beredar liar di media sosial.
Judul donasi tersebut diperuntukkan bagi korban banjir, namun angkanya sudah ditentukan dan wajib dibayarkan. Beberapa ASN terutama guru dan PPPK yang dikonfirmasi membenarkan terjadinya pungutan yang angkanya ditentukan tersebut.
"Kami sudah bayar. Sesuai dengan angka yang ditentukan tersebut," ujar seorang guru berstatus PPPK yang meminta namanya tidak disebutkan karena takut terhada atasan di lembaganya.
Ia menjelaskan jika donasi itu wajib dibayar. Pembayarannya tidak melalui transfer tetapi diberikan secara tunai.
Setelah dibayar, ASN tersebut harus melaporkan melalui scan barcode. Saat barcode tersebut dipindai, akan muncul kolom isian berupa nama, NIP, dan sekolah. Untuk di lembaga pendidikan, pungutan dipimpin langsung oleh kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk.
Adapun besaran donasi untuk para guru ini terdiri atas kepala sekolah Rp1.250.000, jabatan fungsional/jafung muda Rp1.100.000, guru ahli madya Rp1.000.000, guru ahli muda Rp500.000, guru ahli pertama Rp300.000, guru ahli utama Rp1.250.000, staf golongan 1 Rp100.000, staf golongan II/jafung penyelia Rp200.000, staf golongan III/jafung pertama Rp300.000, dan PPPK Rp150.000.
Sebelumnya, juga beredar instruksi untuk mengumpulkan uang bagi seluruh pegawai, kecuali kontrak dan karyawan terdampak dan dibuktikan dengan data lokasi laporan tersebut dibuat dengan daftar nama lengkap beserta golongan dan jumlah donasi yang sudah ditentukan.
Adapun besaran donasi bagi para pegawai ini terdiri atas Sekda Rp3.000.000, JPT/jabatan pimpinan tinggi eselon II/a Rp2.500.000, JPT eselon II/b Rp2.000.000, jafung utama Rp1.250.000, eselon III/a Rp1.500.000, eselon III/b Rp1.250.000, jafung madya Rp1.000.000, eselon IV Rp750.000, jafung muda Rp500.000, pelaksana Rp200.000-Rp300.000 sesuai golongan, dan PPPK Rp150.000.
Media Indonesia terus mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemprov Bali Boy Jayawibawa baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons. Sementara pesan WhatsApp terlihat sudah dibaca.
Diketahui jumlah ASN di Bali mencapa lebih dari 120 ribu orang. Artinya uang yang terkumpul bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Di sisi lain, laporan donasi ke korban banjir di Bali justru tidak sampai mencapai angka puluhan miliar. (OL/E-4)
Banjir melanda Lingkungan Segara Madu, Desa Kelan, Badung, Bali.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
TIM SAR gabungan mengevakuasi korban banjir di wilayah Campuhan, Dewi Sri, Legian, Kuta, Badung, Bali, pada Selasa (24/2). Terpantau di lokasi ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa.
Bali dilanda banjir dan longsor di 76 titik, 36 di antaranya di Denpasar. Sebanyak 30 orang termasuk turis di Kuta dievakuasi petugas gabungan.
Kepolisian Resor Badung, Bali, menyatakan seorang warga negara asing (WNA) meninggal dunia setelah diduga menerobos banjir di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali, pada Minggu (14/12), berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK) dan memaksa ratusan warga mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved