Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Bazar gerakan pangan murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapatkan antusiasme dari masyarakat. Bazar pangan murah dilakukan di halaman kantor kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, Riau.
Warga sangat tertarik membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah rata-rata harga pasar. Seperti, beras SPHP yang dijual seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, minyak goreng minyakita 1 liter seharga RpRp14.000, dan gula pasir Rp16.000 per kilogram.
Selain itu, terdapat juga bawang merah dan bawang putih serta sayuran yang dijual dengan harga petani. Pasar murah ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat khususnya terhadap komoditas pangan strategis dan mendukung upaya pengendalian inflasi.
Lurah Delima Robby Oktavianus menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan pangan murah di masa mendatang, mengingat tingginya partisipasi dan manfaat langsung yang dirasakan warga.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dengan adanya pangan murah ini. Lokasi Kantor Kelurahan Delima juga strategis karena ada ditengah-tengah, jadi warga sekitar tak terlau jauh menempun perjalanan,” kata Robby, Selasa (2/9).
Ia menjelaskan, kegiatan pangan murah seperti ini bukan kali pertama digelar di wilayah kerjanya, karena sebelumnya Pemko Pekanbaru juga pernah menyelenggarakannya. Dalam pelaksanaan kali ini, pihak kelurahan turut membantu teknis di lapangan, mulai dari koordinasi dengan warga hingga pengaturan sistem antrean.
“Untuk kegiatan pangan murah kali ini kita berkoordinasi dengan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, dan juga Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau. Sejauh ini masyarakat delima sangat tertib,” ujarnya.
Ia berharap program pangan murah ini bisa digelar secara rutin di Delima, mengingat manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi.
Menurutnya, melalui kegiatan ini, Pemprov Riau menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga.
“Tentu harapan kita dengan adanya program pangan murah, kebutuhan masyarakat dapat terfasilitasi dan terakomodasi. Apalagi beberapa bahan pangan ada yang sudah naik, tapi disini warga kita bisa membelinya dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Sementara Rahayu, 52, warga Delima mengatakan warga sudah lama menanti-nanti program gerakan pangan murah ini. Pasalnya, kenaikan harga sembako yang fluktuatif di sejumlah pasar tradisional sudah menggerus daya beli masyarakat.
"Tentu kami berterima kasih karena dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang sedikit pebih murah dari harga pasar. Kami harap kegiatan pangan murah ini lebih sering lagi dilakukan," pungkasnya.(H-1)
Penyusunan RPB merupakan instrumen yang sangat vital dalam menyusun peta jalan komprehensif penanggulangan bencana di ibu kota Provinsi Riau.
Proses normalisasi tersebut bukan hanya di aliran sungai tapi juga di parit dari sejumlah ruas jalan.
Kepala DKP Kota Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan, GPM merupakan agenda rutin yang digelar dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau AKB Nasriadi mengatakan, lokasi pertama berada di sebuah rumah di Jalan Bangau IV, Kelurahan Perhentian, Kecamatan Marpoyan Damai.
Truk tonase besar atau truk ODOL masih saja nekat melintas masuk jalanan dalam Kota Pekanbaru. Pengemudi truk kucing-kucingan dengan petugas di lapangan yang melakukan pengawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved