Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku terbantu terpenuhinya kebutuhan pangan saat digelar gerakan pangan murah (GPM) pada Sabtu (30/8). Terutama pemenuhan ketersediaan beras yang harganya akhir-akhir ini cenderung naik di pasaran.
GPM pada Sabtu (30/8) digelar serentak di 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Termasuk di semua wilayah kecamatan se-Indonesia.
Siti, 42, misalnya, warga Kecamatan Pacet itu sengaja datang ke halaman kantor kecamatan untuk membeli beras. Dia membeli satu pak beras SPHP seberat 5 kilogram hanya dengan Rp60 ribu.
"Kalau rata-rata harga beras medium dipasaran Rp14 ribu per kilogram, berarti kalau beli 5 kilogram Rp70 ribu. Kalau beli di sini (kantor kecamatan) harganya hanya Rp60 ribu isi 5 kilogram," kata Siti.
Siti mengaku cukup terbantu adanya GPM. Setidaknya dia bisa mengurangi biaya kebutuhan sehari-hari dengan membeli komoditas pangan harga murah. "Mudah-mudahan nanti ada lagi GPM ini," pungkasnya.
Pada kegiatan itu disiapkan sebanyak 1 ton beras SPHP. Beras kualitas medium sebanyak itu akhirnya ludes hanya dalam waktu beberapa jam.
Camat Pacet, Neng Didi, mengatakan GPM serentak kali ini merupakan program nasional sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan pangan.
"Kami menerima pasokan beras sebanyak 1 ton untuk dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp60 ribu per pak," kata Neng Didi saat memantau GPM di halaman kantor kecamatan, Sabtu (30/8).
Neng Didi berharap, kegiatan GPM bisa memberikan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Sekaligus untuj menekan harga pangan agar lebih terjangkau.
"Meskipun pada kegiatan GPM di Pacet yang dijual hanya beras, tapi ini sangat membantu masyarakat. Apalagi harga beras ada kecenderungan naik," pungkasnya. (H-1)
Pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu instrumen yang berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
KUOTA haji tahun ini di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkurang dratis jika dibandingkan dengan sebelumnya.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
Berdasarkan hasil laboratorium dari Balai Veteriner Kementerian Pertanian di Kabupate Subang hasilnya negatif. Insya Allah aman dan negatif rabies
Penambahan alokasi didasari pertimbangan karena Kabupaten Cianjur yang merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Barat.
Perum Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP pada Tahun 2026 sebesar 1,5 juta ton guna menjaga keterjangkauan harga nasional bagi masyarakat luas.
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved