Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Kawasan Transmigrasi Selaparang Lombok Ingin Dijadikan Silicon Valley Indonesia

Ihfa Firdausya
31/8/2025 19:13
Kawasan Transmigrasi Selaparang Lombok Ingin Dijadikan Silicon Valley Indonesia
Dialog secara virtual warga Desa Selaparang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dengan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara.(MI/Ihfa Firdausya)

DESA Selaparang di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu prioritas pengembangan kawasan transmigrasi oleh Kementerian Transmigrasi. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara menyampaikan sejumlah rencana pemerintah untuk membangun wilayah di ketinggian sekitar 1.000 mdpl itu.

Dalam dialog virtual dengan sejumlah stakeholder dan warga di Selaparang, Sabtu (30/8), Iftitah menyinggung sejumlah proyek potensial, antara lain kawasan pendidikan untuk Kampus Patriot dan Sekolah Unggulan, hingga 'Silicon Valley'.

Untuk menindaklanjuti potensi tersebut, menteri transmigrasi mengatakan akan melihat langsung ke lokasi. Ia pun meminta para akademisi dari program Transmigrasi Patriot untuk segera memetakan potensi yang ada di desa itu.

"Saya tidak mau berjanji dulu, karena saya harus lihat langsung, mudah-mudahan ada potensi untuk kita bangun Kampus Patriot di sana," kata Iftitah.

Selain itu terdapat pula potensi pembangunan industri high-technology. Menteri transmigrasi juga sudah berkoordinasi dengan gubernur NTB untuk membuat kawasan transmigrasi selaparang sebagai Silicon Valley-nya Indonesia.

"Saya mendapatkan pandangan dari pak gubernur, sekarang ini sedang dibangun konektivitas transportasi dari Lombok ke kawasan Nusa Tenggara Timur, bahkan internasional ke Perth, Australia. Malaysia yang sudah ada, dan ke beberapa negara lainnya," katanya.

"Kita bisa bikin juga di sana misalkan untuk semacam penampung digital nomad, warga global yang senang berpindah-pindah dan fokusnya memang di bidang teknologi," imbuhnya.

Pembangunan-pembangunan kawasan transmigrasi itu diharapkan menjadi magnet ekonomi di Selaparang. Ia memberikan contoh sukses kawasan Mandalika di Lombok yang berkembang pesat setelah ada kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Nanti masyarakat lokalnya kita siapkan kapasitasnya dengan baik, pada saatnya nanti industri high-technology masuk, investasi masuk, masyarakat setempat itu bisa terserap oleh lapangan kerja," ujarnya.

Sebelumnya, menteri transmigrasi menyampaikan strategi program transmigrasi diarahkan untuk tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi bagaimana penduduk bisa lebih sejahtera di tempat barunya.

Karena itu, alih-alih 'mengirim semut', pemerintah ingin menciptakan 'gula' terlebih dahulu agar semut datang dengan sendirinya. Karena itu, Kementerian Transmigrasi menciptakan program Transmigrasi Patriot untuk mendistribusikan SDM unggul ke wilayah-wilayah transmigrasi untuk pemetaan potensi masing-masing daerah.

"Jadi tugas besar dari tim ekspedisi patriot adalah bagaimana membuat magnet ekonomi di kawasan-kawasan transmigrasi," katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Rajumber Prihatin menyebut Selaparang merupakan salah satu kawasan transmigrasi prioritas nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Kawasan ini merupakan salah satu target RPJMN 2025-2029 yang menjadi fokus perhatian kita. Salah satu indikator kinerja utamanya adalah bagaimana nanti kita bisa meningkatkan nilai indeks transformasi kawasan transmigrasi," katanya dalam kunjungan di Desa Selaparang, Sabtu (30/8), 

"Nanti salah satunya Kawasan Selaparang ini ingin dikembangkan menjadi pusat pendidikan, inovasi teknologi, ke depan melalui industrialisasi dan hilirisasi, sehingga harapannya tadi Kawasan Selaparang ke depan akan menjadi pusat, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Namun, sejumlah hal masih menjadi PR. Basri, 42, salah satu warga yang berdialog dengan menteri transmigrasi mengungkapkan persoalan sertifikat lahan yang masih belum tuntas sejak 15 tahun lalu.

"Saya cucu dari warga transmigrasi yang telah menerima SHM-nya lebih dulu. Status hak miliknya kuasa, tapi bukan tanahnya. Sudah 15 tahun kami ingin kepastian. Tapi sampai saat ini sebagian dari kami belum dapat lahan usahanya," ungkapnya.

"Boleh Bapak menciptakan program begitu banyak. Tetapi apabila tanah tempat kami cocok tanam untuk menghidupkan anak kami tidak ada, bagaimana Bapak Seharusnya transmigrasi itu sudah disiapkan lahannya baru ditempatkan warganya di sana," tegasnya. (E-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya