Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Riau, melalui Subdit Regident, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Pekanbaru pada Sabtu (30/8). Sebanyak 400 karung beras berukuran 5 kilogram, setara dengan 2 ton beras, dibagikan kepada masyarakat dengan harga terjangkau, yaitu Rp60.000 per karung.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit Regident, AKBP Fatikh Dedy Setyawan, dan berlangsung di dua titik, yaitu di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepatnya di depan Gereja Santa Maria, dan di halaman Kantor UPTD, Jalan Cempaka Gang Pe’eng, Kecamatan Sukajadi.
Ratusan warga tampak memadati lokasi untuk membeli beras murah yang kualitasnya dianggap lebih baik dibandingkan harga pasar.
“Polri berupaya hadir bukan hanya dalam memberikan pelayanan lalu lintas, tetapi juga meringankan beban masyarakat. Melalui program ini diharapkan masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar AKBP Fatikh dalam keterangan yang diterima, Sabtu (30/8).
Selain mendistribusikan beras murah, personel Ditlantas Polda Riau juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyapa pengendara dan memberikan edukasi mengenai tertib berlalu lintas.
"Kehadiran Polantas dalam kegiatan ini menghadirkan wajah humanis, membantu kebutuhan pokok sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara," katanya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
"Polri ingin memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok tetap terjaga. Kehadiran program ini juga menjadi wujud pengabdian kami kepada masyarakat, baik dalam menjaga keamanan lalu lintas maupun menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Gerakan Pangan Murah ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak oleh Polri bekerja sama dengan Bulog di berbagai daerah.
Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga pangan dan menjaga inflasi tetap terkendali. Pemerintah memastikan stok beras nasional mencukupi, dan distribusi pangan dilakukan untuk memastikan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau. (P-4)
MENGANTISIPASI melonjaknya harga bahan pangan selama bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Toba menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kamis (26/2).
KENDATI terpantau ada sejumlah komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan harga selama Bulan Ramadan tahun 2026 ini, namun kenaikan tersebut terbilang masih wajar.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
Pemerintah Kota Kediri menyelenggarakan gerakan pangan murah sebagai upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pabrik besar cenderung membeli gabah dengan harga lebih tinggi, Rp6.700–Rp7.000 per kilogram, dibanding pabrik kecil yang membeli sekitar Rp6.500.
Ini mengingat masih ada stok cadangan beras pemerintah yang tersisa dari awal tahun.
Bulog memastikan stok beras tetap aman hingga akhir tahun 2024, meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Ia menyebut terdapat 2 juta ton beras untuk mencukupi kebutuhan nasional.
Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menghentikan impor beras ke Indonesia pada 2025, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai itu bisa terwujud bila stok pangan dalam negeri kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved