Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BULOG Sub Divre lll Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan keterbatasan gudang penyimpanan menjadi kendala penyerapan gabah hasil panen. Hingga saat ini serapan gabah baru mencapai 60%.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre lll Bojonegoro, Ferdian D. Atmaja, dalam rapat koordinasi serapan gabah di Makodim 0812 Lamongan, Rabu (2/7).
Menurut Ferdian, upaya penyerapan gabah hasil panen baru menyentuh angka 60%. Hal ini karena ada beberapa kendala yang menghambat. Kendala utama, lanjut dia, keterbatasan gudang penyimpanan. Tetapi, kendala tersebut akan segera dicarikan solusi.
“Minggu ini, insyaallah gudang penyimpanan yang kemarin menjadi kendala akan mulai bisa digunakan. Termasuk tambahan daya tampung dari gudang milik swasta sebanyak 7.000 hingga 8.000 ton, sehingga diharapkan sisa 40% serapan bisa segera terselesaikan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan mengungkapkan, akan ada banyak tantangan pada masa mendatang dalam upaya swasembada pangan.
Menurut Dandim, perubahan iklim serta alih fungsi lahan menjadi dua tantangan utama yang harus dihadapi bersama. "Oleh karena itu, rakor ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, " pungkasnya. (E-2)
Hingga Oktober, penyerapan gabah Perum Bulog Kantor Cabang Subang mencapai 70 ribu ton, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2024 yang hanya 21 ribu ton.
Perum Bulog merespon cepat persoalan terkait gabah petani yang tidak terserap di Desa Pombula Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Sampai saat ini Bulog Cianjur sudah menyerap sebanyak 48.300 ton GKP. Serapannya berasal dari para petani di wilayah Kabupaten Cianjur serta Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Untuk penyerapan gabah saat ini mencapai 200 hingga 300 ton per hari. Penyerapan ini lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan sebelumnya
Dengan konsumsi masyarakat Kabupaten Mukomuko, lanjut dia, yang hanya 20 ribu ton per tahun, maka terdapat surplus sekitar 20 ribu ton beras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved