Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tantangan pemulihan ekonomi dan tekanan global yang terus berlanjut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kondisi sektor keuangan Indonesia tetap stabil.
Meskipun permintaan untuk restrukturisasi kredit meningkat, OJK belum melihat kebutuhan mendesak untuk menerbitkan kebijakan baru dalam hal ini.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin menjelaskan, bahwa kebijakan restrukturisasi merupakan bagian dari pengelolaan risiko yang sudah umum diterapkan oleh lembaga jasa keuangan (LJK).
Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pelaksanaan kebijakan ini, yang diserahkan kepada masing-masing lembaga berdasarkan penilaian terhadap debitur dan prinsip kehati-hatian.
"Restrukturisasi sudah menjadi praktik umum di sektor keuangan. OJK hanya memberikan panduan secara umum, sementara pelaksanaannya tetap berada dalam domain masing-masing lembaga jasa keuangan," kata Muchlasin.
Muchlasin juga menambahkan bahwa OJK terus memantau kondisi pasar dan tidak menutup kemungkinan untuk mengeluarkan stimulus baru jika risiko sistemik yang signifikan muncul.
Meskipun ketegangan dagang global belum berdampak besar pada stabilitas sektor keuangan Indonesia, OJK tetap waspada dan siap menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. (E-2)
Dalam percakapan global tentang masa depan modal dan ekonomi Asia Tenggara, Indonesia bukanlah sekadar pasar negara berkembang, melainkan sebuah ekonomi kepulauan.
Berdasarkan penilaian yang komprehensif terhadap kinerja keuangan, inovasi produk, serta kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di industri asuransi.
DALAM beberapa tahun terakhir, adopsi digital telah mengubah berbagai industri mulai dari berbelanja dan bertransaksi perbankan, hingga cara berbisnis dan mengakses layanan kesehatan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
DI tengah derasnya perkembangan informasi dan digital, perlindungan data menjadi salah satu hal krusial yang mesti dikelola dengan baik oleh pelaku jasa keuangan.
Fondasi keuangan yang kuat tidak akan berarti banyak jika tidak mampu menyokong sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved