Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen Awi Setiyono, memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-78 di Lapangan Bhayangkara Polda, Minggu (1/6).
Upacara tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting penegasan komitmen Polri terhadap nilai-nilai luhur Pancasila di tengah tantangan era digital.
Pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan teks Pancasila mengawali upacara yang sarat akan semangat nasionalisme tersebut.
Amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang dibacakan Brigjen Awi mengingatkan pentingnya revitalisasi Pancasila di semua lini kehidupan.
"Hari ini 1 Juni 2025, kita memperingati momentum penting alam sejarah bangsa, Hari Lahir Pancasila. Ini bukan sekadar mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya saat membacakan sambutan.
Menurutnya, Pancasila, bukan sekadar teks, melainkan "rumah besar keberagaman Indonesia" yang mampu mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa. Kebinekaan, bukan ancaman, melainkan kekuatan bangsa.
Namun, tantangan nyata berupa radikalisme, ekstremisme, intoleransi, dan disinformasi mengintai. Amanat tersebut menekankan perlunya Pancasila sebagai kompas moral di tengah derasnya arus informasi global. BPIP pun berkomitmen melalui program strategis, seperti penguatan kurikulum Pancasila dan pelatihan aparatur sipil negara (ASN_, untuk membumikan nilai-nilai Pancasila.
Brigjen Awi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam berkarya dan berbangsa. Menurutnya, Indonesia harus unggul tidak hanya dalam teknologi, tetapi juga moralitas; maju bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam keadilan dan persaudaraan.
Upacara di Polda NTT ini menjadi refleksi mendalam bagi jajaran kepolisian untuk senantiasa mengamalkan Pancasila dalam tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Komitmen ini menjadi garda terdepan menghadapi tantangan masa depan.
Upacara dihadiri Irwasda Polda NTT Kombes Murry Mirranda, pejabat utama Polda NTT, dan seluruh personel kepolisian. (H-1)
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengerahkan empat peralatan berteknologi canggih untuk mempercepat pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Salah satu capaian yang paling menonjol adalah keberhasilan Polda NTT dalam menuntaskan 100% perkara tindak pidana di sektor kelautan, khususnya illegal fishing.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memfokuskan pada proses identifikasi korban KM Putri Sakinah melalui pemeriksaan antemortem dan forensik.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) membeberkan deretan pengungkapan kasus menonjol sepanjang 2025 yang menyita perhatian publik.
Penambahan sarana operasional bagi personel Bhabinkamtibmas dinilai sebagai bukti konkret keseriusan Polri dalam meningkatkan kualitas layanan Polda NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved