Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMKOT Solo mengintensifkan pemantauan keluarga berisiko stunting lewat program Kota Resik Stunting (KRS), untuk sekaligus memantau pemenuhan gizi maksimal bagi anak.
Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani saat bersama Puskesmas, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) dan PKK Kota meninjau keluarga berisiko stunting di wilayah Laweyan, Kamis (8/5).
Warga Sondakan, Laweyan menyambut kedatangan Astrid Widayani dengan keceriaan dan sekaligus haru, hingga terjadi dialog dua arah yang solutif.
Dalam kesempatan itu, Astrid mengunjungi keluarga Mujiono, buruh harian berpenghasilan di bawah Rp1 juta/bulan, guna menghidupi isteri dan seorang balita dalam kondisi kurang gizi di dalam rumah sederhana.
Dari program KRS, Pemkot berusaha hadir berbasis data dan sekaligus empati untuk warga berisiko stunting. "Jadi Pemkot benar benar hadir di tengah masyarakat, selain berempati, juga memberikan solusi efektif," kata Astrid.
Alvin Putra Ramadhan, yang menjadi buah hati pasangan Mujiono beserta isterinya itu pun mendapatkan penanganan dari Puskesmas Pajang, untuk perbaikan kesehatan dan gizi.
Astrid menyempatkan bermain sejenak, serta memberikan makanan tambahan yang menjadi intervensi gizi dari Pemkot kepada Alvin, balita berisiko stunting
Ketika berdialog dengan para ibu-ibu di Kampung Sondakan, Astrid menegaskan Pemkot Solo tidak bisa membiarkan satu pun anak di Solo untuk tertinggal dalam kesehatan atau menderita stunting. "Kita tidak bisa membiarkan satu anak pun tertinggal dari haknya untuk tumbuh sehat dan cerdas,” pungkas mantan Rektor Universitas Surakarta (Unsa) itu.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan, anak berisiko stunting di Kota Solo mendapatkan layanan dari program DASAHT dan BabySPA (genting), dengan pemantauan selama 6 bulan ke depan.
Program ini merupakan upaya kolaboratif lintas sektor. Melalui program ini Pemkot Solo melalui OPD, Puskesmas, kader kesehatan, serta masyarakat melakukan intervensi menyeluruh kasus stunting, mulai dari edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan balita, hingga perbaikan lingkungan tempat tinggal. (E-2)
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved