Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUNGUT uang receh atau uang koin di Jembatan Sewo Harjo Jalur Pantura perbatasan Subang-Indramayu mulai marak dilakukan warga seiring dengan dimulainya musim arus mudik Lebaran 2025. Meski kegiatan mereka berbahaya dan mengganggu pengguna jalan, tetapi warga mengaku terpaksa tetap melakukannya karena tuntutan kebutuhan ekonomi.
Menjelang hari raya lebaran dan meningkatnya arus lalu lintas karena momen arus mudik lebaran, pemulung uang receh di jembatan sewo harjo perbatasan antara kabupaten subang dan kabupaten indramayu semakin meningkat. Tidak hanya orang tua, anak dibawah umur pun kini ikut untuk menjadi pemulung uang receh.
Kendati aksi warga ini sangat membahayakan jiwanya dan dinilai mengganggu lalu lintas, tetapi warga yang kebanyakan bekerja sebagai pemulung tersebut tidak gentar. Mereka saling berebut uang receh yang dilemparkan para pengemudi atau penumpang kendaraan.
Dengan berbekal sapu lidi mereka menunggu di pinggir jalan berharap ada warga yang melemparkan uang saat melintas. warga mengaku saat musim mudik pendapatan mereka meningkat hingga seratus persen.
Dalam sehari mereka dapat mengais uang receh hingga dua puluh ribu sampai seratus ribu rupiah, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.Berbagai alasan mereka kemukakan kenapa nekad menjadi pemulung uang receh. Mulai dari untuk kebutuhan hidup sehari hari hingga mengais rejeki untuk berlebaran.
Seperti diungkapkan Taryono, hampir setiap hari terutama saat musim arus mudik dirinya mengais rejeki di jembatan Sewo untuk kebutuhan hidup sehari hari karena tidak ada pekerjaan lain.Dari hasil memungut uang receh bisa menghasilkan uang antara Rp50.000 hingga Rp100.000 setiap harinya.
"Takut sih takut tapi ya harus hati-hati saja, hasil dari memungut koin ya untuk kebutuhan sehari hari hasilnya bisa mencapai lima puluh ribu hingga seratus ribu" kata Taryono saat ditemui Media Indonesia di Jembatan Sewo, Minggu (23/3).
Lain lagi dengan alasan seorang janda tua bernama Eti. Ia menjadi pemulung karena tidak ada yang mencarikan nafkah setelah suaminya meninggal dunia 3 tahun lalu. Sedangkan dirinya membutuhkan obat karena sedang sakit.
"Uangnya untuk membeli obat, saya udah lama sakit perlu untuk membeli obat," ungkap Eti.
Keadaan para pemulung koin yang dinilai membahayakan warga tersebut, mendapat perhatian dari Kepolisian Polres Subang,Jawa Barat. Namun pihak Kepolisian tidak mudah untuk membubarkan para pemungut uang receh tersebut. (H-3)
Sejumlah kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon melintas di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) KM 166, Majalengka, Jawa Barat.
Pada H-6 Idul Fitri, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 52.008 penumpang berangkat menggunakan kereta api jarak jauh
Sebanyak 1.030 orang telah meninggalkan Pulau Bangka menuju Palembang, Sumatera Selatan melalui Pelabuhan Tanjungkalian.
Antrean kendaraan yang kembali terjadi di Gerbang Tol (GT) Pejagan, Brebes ini, membuat volume kendaraan padat.
Antrean kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama 1, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026) malam.
Volume kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten pada Sabtu (14/3) mengalami peningkatan.
Selama masa mudik Lebaran 2025, pengguna layanan transportasi online di perjalanan antarkota mengalami peningkatan.
DUA pekan pascahari raya Idul Fitri atau Lebaran 2025 yakni pada Senin (14/4) harga cabai di Purwokerto, Jawa Tengah masih bertahan di angka yang tinggi.
ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta Andri Santosa meminta para nasabah Bank DKI tidak perlu khawatir perihal pemulihan sistem yang yang masih terus berlangsung.
LEBIH dari 90 persen pemudik memberikan apresiasi terhadap petugas PT Kereta Api Indonesia atau KAI yang bertugas baik di stasiun maupun di dalam kereta selama masa arus balik Lebaran 2025.
WAKIL Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman didampingi Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan, melepas ratusan santri usai libur Lebaran.
MENJELANG akhir masa arus balik lebaran 2025 ini Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat konsumsi Pertamax melonjak signifikan sebanyak 77%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved