Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Kudus, Jewa Tengah darurat sampah, ratusan petugas kebersihan dari berbagai desa di Kabupaten Kudus lakukan aksi unjukrasa mengepung kantor Bupati Kudus dengan membawa kendaraan angkut (bentor) berisikan sampah..
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (25/1) ratusan petugas kebersihan dari berbagai desa di Kabupaten Kudus sejak pagi mendatangi kantor Bupati Kudus l, dengan membawa kendaraan angkutan sampah (bentor) yang berisikan penuh dampak mereka menggelar aksi unjukrasa di kantor kepala daerah tersebut, karena kesulitan membuang sampai akibat penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjungrejo.
Selain membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisikan kecamatan terhadap kebijakan penutupan TPA Sampah Tanjungrejo di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut, ratusan petugas kebersihan juga melakukan orasi agar pimpinan dan pejabat pemerintah daerah (Pemda) Kudus segera mengambil langkah terjait dengan sampah.
"Sudah 10 gari Jami kesulitan dan bingung membuang sampah yang menutup, bahkan warga Kudus juga protes karena sampah menumpuk di berbagai sudut kota dan desa," kata Arifin, seorang pengunjuk rasa.
Akibat tidak dapat memungut sampah karena tidak ada TPA sampah, ungkap Arifin, para petugas juga tidak berani memungut iuran sampah kepada warga. "Kita minta Pemkab Kudus kembali membuka TPA sampah atau mencarikan solusi terhadap masalah persampahan ini," tambahnya.
Koordinator aksi unjukrasa Solikhin mengatakan selama ini petugas sampah hanya mengandalkan pekerjaan tersebut sebagai satu-satunya penghasilan, namun sejak dilakukan penutupan TPA sampah yang merupakan satu-satunya di Kudus, pendapatan petugas sampah terhenti. "Hal ini juga berdampak pada perekonomian keluarga petugas sampah jika kondisi darurat sampah terus berlanjut," imbuhnya.
Menurut Solikhin menghadapi permasalahan darurat sampai ini, diharapkan pemerintah daerah segera membuka kembali TPA Tanjungrejo l, namun jika terpaksa tidak bisa lagi beroperasi TPA tersebut maka harus mencarikan tempat lain, sehingga sampah yang merupakan matapencaharian para petugas kebersihan dapat diatasi.
Sebelumnya warga desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus memprotes operasional TPA yang berada di desa tersebut, karena dampak pencemaran lingkungan telah mengakibatkan warga mengalami kesulitan dari mulai polusi udara, tanah dan air yang tidak dapat dimanfaatkan lagi. "Sungai tercemar, bahkan sumur juga tidak dapat lagi dipergunakan akibat TPA itu," ujar Samari, warga setempat.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus Herda Helmijaya mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Kudus fokus pada penataan sampah di dalam TPA untuk mengurangi dampak limbah cair dan bau yang mengganggu warga sekitar.
“Penataan dilakukan dengan membuat saluran air lindi, menutup tumpukan sampah dengan tanah uruk, dan penyemprotan eco-enzim agar bau tidak menyebar," kata Herda Helmijaya,
Penataan dilakukan terhadap TPA Tanjungrejo, ungkap Herda Helmijaya, melibatkan alat berat untuk merapikan tumpukan sampah yang sempat tidak terkendali. " Upaya ini merupakan langkah jangka pendek, juga mencari solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah," tambahnya. (H-2)
Aliran listrik di area persawahan banyak digunakan petani untuk mencegah serangan hama tikus yang diaktifkan selama 24 jam, tanpa adanya tanda peringatan.
SABTU (2/8) malam ini Pemerintah Kabupaten Kudus akan perdana menggelar Car Free Night (CFN). Kegiatan CFN itu direncanakan juga diikuti sebanyak 150 pedagang kaki lima (PKL).
Bantuan yang diberikan berupa bantuan logistik dan dapur umum, bersumber dari APBN sebesar Rp201.843.850, obat-obatan bersumber dari APBD Jateng sebesar Rp27.787.400
KEBAKARAN melanda sebuah tempat penitipan motor di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (28/12) pagi. Sebanyak 28 motor ludes terbakar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved