Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali, mendapat kritik menohok dari anggota DPRD karena pernyataannya dinilai tidak cerdas dan tidak humanis. Tapobali menyebut, sampah di Pasar Pada yang menumpuk dan dibiarkan membusuk itu disebabkan jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) Waijarang rusak.
Kerusakan jalan menuju TPA Waijarang telah berlangsung lama. Akibatnya, distribusi sampah ke TPA pun terhambat. Sampah menumpuk berhari-hari hingga mengeluarkan bau busuk menyengat di tengah padatnya aktivitas pasar.
Namun alasan yang disampaikan Pj Bupati Lembata di rapat paripurna itu ditanggapi sinis oleh anggota DPRD Kabupaten Lembata dari Partai Nasdem John Batafor.
Kepada Media Indonesia, Rabu (22/1), Batafor mengkritisi alasan PJ Bupati yang dinilai asal-asalan. Menurutnya, jika alasan penumpukan sampah karena jalan rusak, maka penumpukan sampah yang terus-menerus terjadi setiap hari dibuang saja ke rumah dinas Pj Bupati Lembata.
"Kalau alasan jalan rusak, artinya sampah tetap akan menumpuk tanpa solusi. Kalau begitu sampah yang ada buang saja di rumah Penjabat Bupati. Sebab logikanya, jika jalan masih rusak, sampah tetap akan begitu dan menjadi sarang penyakit bagi pembeli dan pengunjung pasar," ujar Batafor.
Jika demikian, sebut Batafor, pedagang dan pengunjung tetap menderita. Ia mengingatkan Pasar Pada menjadi pusat ekonomi warga.
John juga menyoroti di tengah mengemukanya isu global warming dan perubahan iklim, sampah menjadi perhatian dunia untuk segera ditangani dengan baik. Sedangkan di Lembata masih bertahan dengan alasan yang tidak. (PT/J-3)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved