Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
HAMA tikus kembali merebak di beberapa wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sementara belasan hektare tanaman padi rusak diserang organisme pengganggu tanaman (OPT) tersebut.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten menyebutkan, bahwa hama tikus saat ini menyerang tanaman padi di sembilan kecamatan, dengan luas serangan total sekitar 11 hektare.
“Kini, hama tikus kembali muncul di beberapa wilayah kecamatan. Tapi, alhamdulillah masih terkendali,” kata Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DKPP Klaten, Lilik Nugra Hadi.
Saat ditemui di Gedung DPRD Klaten, Rabu (8/1), Lilik menjelaskan hama tikus kini muncul di sembilan wilayah kecamatan, antara lain Delanggu, Juwiring, Wonosasri, Karangnom, dan Polanharjo.
Tanaman padi di beberapa kecamatan tersebut, berpotensi diserang OPT, terutama tikus karena pola tanam padi di daerah itu tidak serentak. Hal ini yang belum dipahami para petani.
“Untuk memberantas hama tikus yang efektif, adalah dengan gerakan geropyokan, seperti yang baru-baru ini dilakukan kelompok tani bersama TNI-Polri di Kecamatan Wonosari,” ujarnya. (S-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved