Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pemerintah daerah mulai melakukan persiapan untuk mengadakan program makan bergizi yang direncanakan akan dimulai Senin (6/1) pada hari pertama kegiatan belajar di sekolah. Namun, mendekati pelaksanaan program makan bergizi gratis serentak tersebut, belum seluruh persiapannya selesai terutama masalah penganggaran.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (5/1) persiapan sejumlah daerah di Jawa Tengah untuk memulai pelaksanaan program makan bergizi gratis bagi pelajar masih menyisakan masalah.
Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bersama DPRD Blora misalnya, belum melakukan pembahasan menyangkut penganggaran program makan bergizi gratis, sehingga kini baru ada satu dapur untuk memenuhi program tersebut.
"Baru satu dapur disiapkan untuk mengolah dan menyimpan bahan makanan program tersebut," kata Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita.
Anggota Komisi D DPRD Blora, Ahmad Fahim Mulabby, juga mengaku belum mendapatkan informasi apapun menyangkut program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah tersebut, karena belum ada pembahasan dengan DPRD. Ia pun heran ketika muncul adanya penyiapan anggaran hingga Rp20 miliar untuk program itu.
Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku dalam menyukseskan program makanan bergizi gratis telah menyiapkan anggaran Rp3 miliar, namun masih bingung dengan sistem dan penganggaran secara keseluruhan karena masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait petunjuk teknis pelaksanaan program itu.
"Nanti kita hitung lagi penganggaran program makanan bergizi gratis itu, pembagian dari pusat berapa dan daerah berapa, kita belum tahu," ujar Abdul Hafidz.
Selain itu, ungkapnya, pemerintah daerah juga khawatir terjadinya monopoli oleh segelintir penyuplai makanan dan hingga kini terdapat 12 penyuplai yang telah mengajukan diri dan akan diverifikasi oleh pemerintah pusat.
"Semakin banyak penyuplai makanan yang diikutsertakan, semakin baik pelaksanaannya," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang, Rudibdo, mengatakan dalam upaya pelaksanaan program makan bergizi gratis itu, Pemerintah Kabupaten Semarang telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar bersumber dari dana cadangan, karena hingga saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
"Sementara diposisikan seperti itu sambil menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk pergeseran dana tak terduga agar sesuai nomenklatur," tutur Rudibdo. (AS/J-3)
Peran dapur mitra UMKM sangat krusial dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa berkebutuhan khusus.
Para pemohon mempersoalkan Pasal 22 ayat (3) dan Penjelasan Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026.
SPPG Purwosari menegaskan wafatnya siswi SMAN 2 Kudus tidak terkait Program Makan Bergizi Gratis dan merupakan informasi hoaks.
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Presiden Prabowo Subianto menyatakan jumlah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan segera melampaui jumlah porsi makanan harian yang diproduksi jaringan McDonald’s
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved