Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pemerintah daerah mulai melakukan persiapan untuk mengadakan program makan bergizi yang direncanakan akan dimulai Senin (6/1) pada hari pertama kegiatan belajar di sekolah. Namun, mendekati pelaksanaan program makan bergizi gratis serentak tersebut, belum seluruh persiapannya selesai terutama masalah penganggaran.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (5/1) persiapan sejumlah daerah di Jawa Tengah untuk memulai pelaksanaan program makan bergizi gratis bagi pelajar masih menyisakan masalah.
Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bersama DPRD Blora misalnya, belum melakukan pembahasan menyangkut penganggaran program makan bergizi gratis, sehingga kini baru ada satu dapur untuk memenuhi program tersebut.
"Baru satu dapur disiapkan untuk mengolah dan menyimpan bahan makanan program tersebut," kata Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita.
Anggota Komisi D DPRD Blora, Ahmad Fahim Mulabby, juga mengaku belum mendapatkan informasi apapun menyangkut program makan bergizi gratis untuk siswa sekolah tersebut, karena belum ada pembahasan dengan DPRD. Ia pun heran ketika muncul adanya penyiapan anggaran hingga Rp20 miliar untuk program itu.
Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku dalam menyukseskan program makanan bergizi gratis telah menyiapkan anggaran Rp3 miliar, namun masih bingung dengan sistem dan penganggaran secara keseluruhan karena masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait petunjuk teknis pelaksanaan program itu.
"Nanti kita hitung lagi penganggaran program makanan bergizi gratis itu, pembagian dari pusat berapa dan daerah berapa, kita belum tahu," ujar Abdul Hafidz.
Selain itu, ungkapnya, pemerintah daerah juga khawatir terjadinya monopoli oleh segelintir penyuplai makanan dan hingga kini terdapat 12 penyuplai yang telah mengajukan diri dan akan diverifikasi oleh pemerintah pusat.
"Semakin banyak penyuplai makanan yang diikutsertakan, semakin baik pelaksanaannya," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang, Rudibdo, mengatakan dalam upaya pelaksanaan program makan bergizi gratis itu, Pemerintah Kabupaten Semarang telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar bersumber dari dana cadangan, karena hingga saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
"Sementara diposisikan seperti itu sambil menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk pergeseran dana tak terduga agar sesuai nomenklatur," tutur Rudibdo. (AS/J-3)
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
BGN menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) menjadi prioritas utama MBG selama periode akhir tahun 2025.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah IKN berjalan lancar, memperkuat pemenuhan gizi anak sekolah serta meningkatkan kualitas kesehatan dan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Pengamat komunikasi Emrus Sihombing menilai Badan Gizi Nasional menunjukkan sikap positif dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
DI tengah riuh dunia yang bergerak semakin cepat, ketika teknologi mengatur ritme zaman dan modal mengalir melampaui batas-batas negara, Indonesia menenangkan diri sejenak.
Gubernur Kalsel Muhidin mendorong perluasan Program Makan Bergizi Gratis hingga 13 kabupaten/kota dan menekankan penguatan pengawasan keamanan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved