Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, hingga akhir 2024 belum mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II sebesar Rp15 miliar. Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini seharusnya digunakan untuk mendukung operasional desa, termasuk sewa kantor, listrik dan air.
Keterlambatan ini berdampak serius pada pelayanan masyarakat desa, terutama selama libur akhir tahun yang menjadi momen lonjakan permintaan administrasi. Banyak warga yang pulang kampung atau bersiap kembali ke perantauan mengajukan berbagai dokumen administratif, namun desa kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut karena minimnya anggaran.
"Saat ini kan libur pergantian tahun. Banyak putra daerah pulang kampung, sementara operasional desa, seperti alat tulis kantor (ATK), sewa kantor, dan kebutuhan lainnya, belum dibiayai. Kami sangat kesulitan. Padahal kami sudah melengkapi berkas permohonan pencairan jauh sebelumnya ungkap salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya, Selasa (31/12).
Kepala Bidang Penataan Desa Kabupaten Tapanuli Utara, Nardo Siregar, menjelaskan bahwa permohonan pencairan ADD tahap II sebenarnya telah diajukan sejak lama. Namun, hingga kini, dana tersebut belum diterima oleh desa. “Dana desa tahap II mencakup berbagai kebutuhan penting, termasuk operasional desa,” kata Nardo melalui telepon selulernya, Selasa (31/12).
Upaya untuk mengonfirmasi masalah ini kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tapanuli Utara, Kijo Sinaga, belum membuahkan hasil. Ketika Kijo dihubungi melalui telepon sekulernya Selasa (31/12), tidak berhasil.
Keterlambatan pencairan ADD tahap II ini memunculkan kritik tajam terhadap pengelolaan keuangan daerah. Pelayanan publik yang terganggu, ditambah dengan keterlambatan pembayaran biaya operasional lainya bahkan pembayaran sewa kantor, menunjukkan perlunya reformasi mendesak dalam sistem administrasi dan keuangan pemerintah daerah.
Masyarakat desa berharap pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini agar pelayanan publik dapat kembali berjalan normal, dan kebutuhan operasional desa terpenuhi. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa semakin meluas, termasuk berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (N-2)
HARAPAN puluhan warga terdampak bencana di Dusun I Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, untuk menempati hunian sementara masih harus tertunda.
Lebih dari satu bulan setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, transparansi penyaluran bantuan kemanusiaan masih menjadi tanda tanya.
Presiden Prabowo juga mengajak para pengungsi beserta para pejabat yang hadir untuk berdoa bersama-sama.
Lebih dari satu bulan setelah bencana longsor dan banjir melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada 25 November 2025, nasib pemukiman warga terdampak masih menggantung.
Pemkab Tapanuli Utara berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, terutama saat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Riama Audi Murphy O. Sitorus, menyampaikan rasa prihatin kepada para korban bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved