Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi tektonik kembali mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar). Gempa yang terjadi Kamis (14/11) sekitar pukul 17.10 WIB berkekuatan magnitudo 3.9 dan terletak di koordinat 8.03 LS dan 107.90 BT tepatnya pada jarak 75 kilometer barat daya Pangandaran di kedalaman 31 kilometer. BMKG menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami.
Deni, 37, warga Pangandaran mengatakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 3.9 di wilayahnya memang tidak merasakan adanya getaran hingga masyarakat juga seperti biasa beraktivitas normal. Sementara gempa Pangandaran yang terjadi pada Rabu (13/11), terasa getarannya. Gempa saat itu berkekuatan magnitudo 5,2.
"Kalau kemarin pagi memang gempa bumi itu getarannya terasa dan untuk sekarang ini aman. Karena, getarannya tidak terasa sedikitpun dan kami selama ini tetap selalu waspada mengingat bencana tersebut tidak bisa diprediksi dan datangnya secara tiba-tiba, diperlukan agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan," katanya, Kamis (14/11/2024).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari mengatakan, gempa bumi pada Kamis (14/11) tidak tercatat berdampak pada rumah warga. Masyarakat juga panik dan aktivitas masih berjalan normal seperti biasa.
"Untuk kondisi di Pangandaran masih berjalan normal dan petugas BPBD sedang melakukan pemantauan pascagempa. Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 17.10 WIB sore semuanya tidak ada aktivitas di perkantoran karena para pegawai sudah pulang tapi ada petugas piket dan tidak terjadi kepanikan bagi masyarakat, karena saat terjadi kondisi air laut normal dan bagi masyarakat supaya selalu meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Berdasarkan keterangan BMKG, gempa bumi pada Kamis (14/11) merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut. Digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi dirasakan di wilayah Cipatujah, Cisompet, Sindangsari, Cijulang dengan skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Garut, Singajaya, Ciamis, Tasikmalaya, dengan skala Intensitas II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved