Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAHU Tim Basarnas Medan mengalami kecelakaan. Perahu tim tersebut terbalik saat melakukan operasi pencarian orang, dan terbawa arus deras sungai Lau Biang di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Akibatnya 2 orang tim Basarnas Medan hilang dan masih dalam pencarian.
Peristiwa ini terjadi saat tim basarnas Medan melakukan penyisiran di Sungai Lau Biang dengan perahu karet saat sedang melakukan operasi pencarian terhadap korban hanyut bernama Jesplinta Sebayang.
Namun perahu yang berisi 6 orang ini terbalik dan terbawa arus deras Sungai Lau Biang, sehingga mengakibatkan beberapa anggota tim hanyut.
Empat orang berhasil selamat sedangkan 2 orang lainnya yang merupakan Personil Basarnas Medan masih dalam pencarian.
Kondisi medan yang sulit dan arus sungai yang deras menjadi tantangan utama para petugas SAR melakukan operasi.
Hingga Saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan upaya maksimal untuk menemukan para korban yang terseret arus sungai saat menjalankan tugas pencarian korban hanyut Jesplinta Sebayang. (Z-9)
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Penumpang dan awak pesawat Smart Air rute Nabire-Kaimana dipastikan selamat setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di kawasan pantai dekat Bandara Nabire.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada Jumat (23/1) malam.
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, akan mengevaluasi kelanjutan operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Moh Syafi'i mengungkapkan tim SAR gabungan melakukan evakuasi dua kantong berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 2 orang terhimpit di dalam kendaraan dan memerlukan bantuan evakuasi dengan penanganan khusus.
Pengiriman Tim SAR itu sebagai wujud kepedulian dan solidaritas lintas daerah terhadap musibah alam yang terjadi.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Longsor dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari pada Senin (22/1) sekitar pukul 16.30 WITA, yang menyebabkan dua orang warga tertimbun.
TIM SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi sembilan bagian tubuh (body part) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung.
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved