Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kota Bengkulu terus melakukan sosialisasi di tingkat puskesmas, agar masyarakat menjaga kebersihan rumah guna mengantisipasi kenaikan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani di Bengkulu Jumat, menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan sebab sejak Januari hingga awal Oktober 2024 sebanyak 254 warga terinfeksi DBD.
"Kita terus mengajak seluruh warga Kota Bengkulu menjaga lingkungan agar nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD tidak semakin banyak berkembangbiak. Saat ini adalah musim hujan yang akan melanda maka kita harus selalu memperhatikan lingkungan rumah, sehingga nyamuk tidak akan bersarang di rumah kita," ujarnya.
Baca juga : Lima Orang Meninggal, Dinkes Tasikmalaya: Kasus DBD Tasikmalaya Capai 1.567
Kemudian, Dinkes Kota Bengkulu melakukan penyuluhan kepada masyarakat guna mengantisipasi adanya kasus DBD, dengan mengingatkan warga untuk menerapkan 5 M, seperti mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
Selanjutnya, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi atau penampungan air minimal dua kali dalam satu minggu, menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan dan mengganti air di vas bunga.
Kemudian, masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi gizi seimbang dan agar tidak terjadi demam berdarah.
Baca juga : 1.154 Kasus DBD di Sumenep, Dinkes Sumenep Imbau Warga Proaktif Periksa Jika Ada Gejala DBD
Selain itu, kata Joni, Dinkes Kota Bengkulu akan melakukan fogging atau pengasapan jika ditemukan dua atau lebih kasus masyarakat yang terinfeksi penyakit DBD dengan disertai oleh hasil laboratorium.
"Dinkes akan melakukan pengasapan sesuai permintaan masyarakat, meskipun pengasapan hanya membantu untuk membunuh nyamuk dewasa," katanya.
Pihak puskesmas Kota Bengkulu juga telah membentuk kader jentik yang akan datang ke rumah warga untuk melihat jentik-jentik nyamuk di bak mandi atau penampungan air lainnya di wilayah kerja masing masing.
Baca juga : 3018 Kasus DBD di DIY Hingga September 2024, Dinkes DIY Sebut Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir
Berikut jumlah kasus DBD di Provinsi Bengkulu dari Januari hingga awal September 2024, yaitu Kabupaten Kaur 142 kasus, Kabupaten Bengkulu Selatan 231 kasus, Kabupaten Seluma 296 kasus.
Selanjutnya Kota Bengkulu 253 kasus, Kabupaten Bengkulu Tengah 82 kasus, Kabupaten Kepahiang 173 kasus, Kabupaten Rejang Lebong 342 kasus.
Kemudian untuk Kabupaten Lebong kasus DBD-nya yaitu 156 kasus, Kabupaten Bengkulu Utara sebesar 364 kasus, dan Kabupaten Mukomuko mencapai 511 kasus.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utama DBD adalah demam tinggi mendadak hingga 39°C, yang diikuti dengan nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, dan muntah. (Ant/H-2)
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
DBD kini menyerang dataran tinggi dan pelosok. Simak panduan lengkap 2026 untuk warga daerah: update Wolbachia, harga vaksin, dan alur rujukan.
Kasus DBD pada 2025 tercatat ada 70 kasus sehingga jumlah alami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Upaya pengasapan (fogging) yang selama ini dilakukan belum cukup efektif dalam memberantas nyamuk secara menyeluruh.
Salah satu kasus DBD yang mengenaskan terjadi Bengkulu, kakak dan adik kandung di Bengkulu dilaporkan meninggal dunia di pekan yang sama akibat terjangkit virus dengue.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved