Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH tempat perjudian hingga beromset miliaran rupiah per hari berkedok tempat hiburan karaoke di Kota Semarang, Jawa Tengah digrebek polisi, Jumat (21/9) malam. Sebanyak 12 orang pengelola dan karyawan ditangkap dan barang bukti uang tunai Rp1,2 miliar disita.
Kepala Polrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dalam keterangannya mengatakan penggrebekan tempat perjudian tersebut dilakukan petugas kepolisian pada Jumat (20/9) malam. Dia mengatakan bangunan dua lantai di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ternyata bukan tempat hiburan karaoke bisa akan tetapi tempat perjudian kasino yang cukup besar di Kota Semarang.
"Sebelum dilakukan penggrebekan petugas telah melakukan penyelidikan dan pengintaian. Ketika diketahui informasi benar maka petugas langsung bergerak menggerebek," kata Irwan Anwar didampingi Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang Komisaris Andika Dharma Sena.
Baca juga : Gagal Maju di Kendal, Balada Dico Terombang-ambing di Pusaran Pilkada
Di dalam bangunan dua lantai yang dapat menampung 70-100 orang tersebut, lanjut Irwan Anwar, polisi menemukan sejumlah fasilitas judi yang cukup besar, seperti puluhan meja judi yang di atasnya terdapat kartu remi, chip koin, layar monitor dan perangkat lainnya. "Lantai 1 digunakan untuk karaoke sebagai kedok untuk menutupi lantai dua digunakan tempat perjudian," tambahnya.
Selain berhasil mengamankan sejumlah barang bukti termasuk uang tunai Rp1,2 miliar, ungkap Irwan Anwar, polisi juga menahan para pemain besar serta 12 orang pengelola yang terdiri dari kepala dan para admin, bagian operasional, kasir, pemantau CCTV, sekuriti hingga office boy.
Setelah penggrebekan itu, menurut Irwan Anwar, hingga Sabtu (21/9) polisi masih memeriksa terhadap sejumlah orang untuk mengungkap lebih jauh kasus perjudian tersebut. "Kita masih terus selidiki dan dalami dengan memeriksa para penjudi dan pengelola," ujarnya.
Baca juga : Enam Anggota Gangster Pengeroyok Mahasiswa Udinus Semarang Ditangkap
Pantauan Media Indonesia, Sabtu (21/9) tempat tersebut tampak lenggang sejak pagi, meskipun sebelumnya menurut sejumlah warga setempat cukup ramai. Biasanya, banyak orang keluar masuk di kawasan itu karena diketahui merupakan tempat hiburan karaoke.
Ratusan pengunjung pada umumnya dari luar kawasan itu, terutama pada sore hingga malam hari. "Tidak hanya malam tetapi siang juga ramai, tapi sekarang sepi karena tadi malam habis digrebek polisi," ujar Sarino,50, seorang pedagang rokok tidak jauh dari lokasi. (N-2)
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved