Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional UMKM di tengah perkembangan era teknologi informasi saat ini. Pegiat UMKM Semarang Anggih Heri Saputra mengatakan digitalisasi UMKM menjadi kunci untuk mengakses pasar lebih luas dan mengoptimalkan bisnis yang sedang dijalani.
"Bahwa kita sepakat digitalisasi adalah kunci, sehingga implementasi teknologi digital memungkinkan UMKM untuk mengakses pasar yang lebih luas, mengoptimalkan proses bisnis, dan meningkatkan pengalaman pelanggan," kata Anggih kepada peserta diskusi Nongkrong Bisnis dan Peresmian Toko Grosir Adam bersama Komunitas Enterpreuner Semarang Atas (KESA) dan HIPMI Universitas Negeri Semarang pada Rabu (04/09) di Semarang.
Menurut Anggih para pegiat UMKM dapat memulainya dengan memulai langkah-langkah kecil seperti membangun kehadiran online serta menggunakan alat digital untuk manajemen keuangan, dan menerapkan solusi e-commerce. "Tidak hanya itu para pegiat UMKM juga perlu rutin mengikuti pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan berkaitan dengan digitalisasi UMKM," jelas owner Toko Grosir Adam ini.
Baca juga : Ribuan Pelaku UMKM Binaan AMKI Antusias Ikuti Entrepreneurship Empowerment
Lebih lanjut Anggih menambahkan hal paling penting bagi pegiat UMKM adalah membangun jaringan dengan penyedia teknologi dan pelaku industri lainnya. "Membangun jaringan semacam ini penting untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya yang diperlukan dalam proses digitalisasi," imbuh Anggih.
Anggih juga menegaskan digitalisasi bukan hanya pilihan melainkan juga kebutuhan bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang dalam era ekonomi digital yang kompetitif.
"Implementasi teknologi digital dapat mengubah UMKM dari usaha lokal yang kecil menjadi pemain global yang kompetitif, membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan inovasi di masyarakat," papar Anggih kepada puluhan peserta yang hadir.
Baca juga : Kopi Fest Indonesia 2023 Siap Kunjungi Empat Kota Besar di Indonesia
Dalam kesempatan itu, Ketua Komunitas KESA, Silahudin menekankan agar pegiat UMKM juga mengikuti komunitas-komunitas untuk meningkatkan jejaring usaha. Silahudin menuturkan era saat ini bukan lagi saling bersaing namun saling berkolaborasi antara bisnis satu dengan lainnya.
"Maka bagi para pelaku wirausaha bisa ikut bergabung bersama komunitas entrepreneur untuk saling berjejaring dan membangun kolaborasi, eranya sudah bukan lagi persaingan tapi kolaborasi," terang Silahudin.
Sementara itu, Praktisi Digital Eko Novianto mengatakan digitalisasi bagi UMKM dipastikan dapat meningkatkan penjualan produk. "Sudah saatnya kita melek digital, karena digitalisasi ini terbukti mampu meningkatkan penjualan bagi para pelaku UMKM seperti kita," tutur Eko. (N-2)
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
KAI Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 83.970 tempat duduk kereta api keberangkatan awal dari stasiun Daop 4 menjelang Tahun Baru Imlek.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved