Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kisah inspiratif datang dari Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Seorang lansia yang bekerja sebagai tukang tambal ban akhirnya dapat mewujudkan impiannya untuk naik haji setelah menabung selama 57 tahun. Upayanya ini turut dibantu oleh istrinya yang berjualan kopi.
Di Dusun Ngaporan, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Mohammad Sa’id dan istrinya, Hamimah, tak bisa menyembunyikan rasa bahagia mereka. Tahun ini, mereka akhirnya bisa menunaikan ibadah haji bersama.
Kebahagiaan ini terasa semakin mendalam bagi Sa’id, yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang tambal ban. Setelah bertahun-tahun mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, ia akhirnya masuk dalam daftar rombongan haji tahun ini. Kebahagiaannya pun lengkap karena istrinya, Hamimah, akan menemaninya beribadah di tanah suci. Semua berkas dan persyaratan telah dinyatakan lengkap oleh Kemenag setempat.
Baca juga : Terlambat Terbangkan Jemaah Haji, Garuda dan Saudi Airlines Diingatkan
Kakek berusia 78 tahun ini bercerita bahwa ia mulai menabung dari hasil tambal ban, dibantu oleh istrinya yang menabung dari hasil jualan kopi di pasar. Pada tahun 2011, mereka merasa cukup yakin untuk mendaftarkan diri pergi haji bersama.
"Alhamdulillah, setelah menabung bertahun-tahun, akhirnya kami bisa berangkat haji tahun ini. Ini adalah impian kami sejak lama,” ungkap sang Tukang Tambal Ban Mohammad Sa’id ini.
"Kami selalu yakin bahwa dengan kerja keras dan doa, impian kami akan terwujud. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kami," tambah dia.
Keluarga dan tetangga turut terharu melihat perjuangan pasangan lansia ini dalam mewujudkan impian mereka. Mohammad Sa’id dan Hamimah menabung selama 57 tahun dari penghasilan sebagai tukang tambal ban dan penjual kopi di pasar.
Kisah Mohammad Sa’id dan Hamimah adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan kesabaran, impian bisa menjadi kenyataan. Selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur. (Z-10)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Di bawah teriknya matahari Jalan Diponegoro, Pati Kota, Kamis (30/10), seorang pria paruh baya tampak sibuk di tepi jalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved