Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia perwakilan DI Yogyakarta (DIY) mencatat, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada awal tahun 2024 terus menguat. PDRB Yogyakarta triwulan I 2024 tumbuh sebesar 5,02%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya 4,86% (yoy).
"Angka tersebut menjadikan pertumbuhan ekonomi DIY tertinggi di Pulau Jawa," terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Ibrahim, Selasa (7/5).
Ibrahim menyebut, beberapa faktor pendorong pertumbuhan tersebut antara lain permintaan masyarakat yang meningkat seiring aktivitas pada bulan Ramadan, pergeseran pemberian THR kepada ASN/TNI/Polri/Pensiunan yang cair pada triwulan I 2024 dari tahun sebelumnya yang dilakukan pada triwulan II 2023, dan pelaksanaan kegiatan rangkaian pemilu.
Baca juga : Lembaga Jepang Pertahankan Peringkat Kemampuan Indonesia Bayar Utang
"Dari sisi supply, mayoritas Lapangan Usaha (LU) utama Yogyakarta mengalami pertumbuhan positif, seperti LU Industri Pengolahan, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU Konstruksi," terang dia.
Pertumbuhan LU Industri Pengolahan sebesar 4,71% (yoy) didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa produk industri sehubungan dengan periode Ramadhan. LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 12,58% (yoy) didorong oleh kenaikan permintaan hotel seiring momen libur, cuti bersama, dan pelaksanaan kampanye.
"LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan I 2024," terang dia.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Kedua Tertinggi di Pulau Jawa
Lebih lanjut, LU Konstruksi tumbuh 8,62% (yoy) meningkat sejalan dengan akselerasi pembangunan PSN Tol di DIY serta proyek daerah seperti revitalisasi jalan dan jembatan untuk mengakomodir kedatangan pemudik ke Yogyakarta. Namun, pertumbuhan yang lebih tinggi tertahan oleh LU Pertanian yang masih mengalami kontraksi 9,51% (yoy) imbas mundurnya masa panen akibat El-Nino.
"Dari sisi permintaan, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif. Konsumsi Rumah Tangga mampu tumbuh 4,58% (yoy), didorong oleh kebutuhan masyarakat yang meningkat dalam menghadapi puasa dan lebaran," terang Ibrahim.
Permintaan yang meningkat tersebut berupa sembako, pakaian, dan hampers. Kinerja investasi juga tumbuh positif baik investasi bangunan dari pembangunan PSN di wilayah Yogyakarta bagian selatan, maupun investasi non bangunan dari impor mesin dan realisasi Belanja Modal Aset Tidak Berwujud yang berasal dari APBD.
Baca juga : Sri Mulyani Nilai Ekonomi Indonesia 2023 Tumbuh Berkualitas
Konsumsi Pemerintah tumbuh signifikan sejalan dengan realisasi THR yang terjadi di triwulan I 2024, bergeser dari tahun sebelumnya di triwulan II 2024, serta belanja bantuan sosial APBD provinsi maupun kabupaten/kota yang meningkat tajam dibanding tahun lalu. Kinerja ekspor dan impor Yogyakarta tumbuh membaik, sejalan dengan kinerja industri yang juga meningkat.
"Pertumbuhan ekonomi DIY pada 2024 diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif pada kisaran 4,8-5,6% (yoy)," terang dia.
Ia mengatakan, beberapa tantangan yang berasal dari perekonomian global maupun domestik perlu diantisipasi agar dapat mencapai ekonomi Yogyakarta yang berkualitas dan berkesinambungan, sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Instansi terkait lainnya akan terus diperkuat guna meningkatkan perekonomian DIY," tutup dia.
(Z-9)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Kasus tersebut telah dimonitor oleh Polsek Setu bersama Polres Metro Bekasi untuk menindaklanjuti informasi temuan potongan kertas.
Karier Juda di BI dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London (1992–1999).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved