Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar nelayan di pesisir Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) tidak melaut akibat gelombang yang tingginya hingga 6 meter. Sedangkan nelayan yang masih nekat, mereka hanya melaut sekitar pantai saja.
Salah seorang nelayan asal Pantai Kemiren, Cilacap, Teguh, 45, mengatakan dirinya tidak melaut karena cuacanya tidak mendukung. "Ombaknya besar dan anginnya kencang. Kalau melaut risikonya tinggi. Lebih baik untuk sementara libur dulu," ujarnya, Rabu (13/3).
Lalu, nelayan asal Teluk Penyu, Cilacap, Kasmin, 54, juga mengaku libur sementara karena ombak besar dan angin kencang. "Lebih baik libur dulu daripada malah celaka di laut. Rata-rata nelayan di sini tidak melaut, tetapi ada yang masih nekat meski tidak terlalu jauh dari pantai," ungkapnya.
Baca juga : Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, Nelayan Babel Diminta Tidak Melaut
Secara terpisah, Kepala Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bahwa gelombang di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng dan DIY berpotensi antara 4-6 meter.
"Kondisi tersebut termasuk kategori gelombang sangat tinggi. Sehingga kami mengimbau kepada nelayan untuk waspada terhadap gelombang tinggi tersebut," kata Teguh.
Menurutnya, peningkatan tinggi gelombang tersebut dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6-35 knot.
"Peningkatan gelombang tersebut juga dipicu adanya bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa dan bergerak ke arah tenggara," tambahnya. (LD)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved