Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Bulan Ramadan 2024, Sekolah Gajah Saree di lokasi Tahura (Taman Hutan Raya) Pocut Meurah Intan, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, ramai dikunjungi wisatawan. Para pengunjung itu datang bersama keluarga, atau rombongan lainnya untuk bertamasya sebelum memulai puasa.
Kedatangan mereka bukan saja untuk melihat aktivitas dan atraksi gajah jinak itu. Tapi mereka juga diperbolehkan menunggang hewan berbelalai itu untuk mengelilingi lapangan dan pinggiran hutan setempat.
Teuku Muttaqin Mansur, pemerhati lingkungan hidup dan kehutanan yang juga Dosen Universitas Syiah Kuala, bersama keluarga juga ikut menunggangi gajah jinak tersebut. Itu dilakukan selain untuk memperkenalkan hewan rimba itu kepada anak yang masih usia sekolah, juga membangun rasa kasih sayang generasi muda terhadap hewan langka.
Baca juga : Penjaga Hutan Meninggal usai Diamuk Gajah di Aceh
"Supaya generasi setelah kita tahu bahwa gajah itu bukan untuk diburu lalu diambil gadingnya. Tapi itu makhluk Allah yang habitatnya di hutan belantara dan sangat bermanfaat untuk keragaman hayati," tutur Muttaqin, kepada Media Indonesia, Minggu (4/3).
Dikatakan Muttaqin, ramainya pengunjung ke Sekolah Gajah saree bulan sekedar untuk berwisata melihat hewan bertubuh besar dan berbagai tersebut. Tapi bagi setiap pengunjung terutama para pelajar, melalui Sekolah Gajah Saree mereka lebih mengenal lebih dalam dan mengetahui untuk apa kehidupan gajah diciptakan.
"Wisata ke Sekolah Gajah Saree ini menjadi edukasi bagi semua, bahwa kehidupan hewan bertelinga besar ini sangat bermanfaat menjaga ekosistem di Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan. Lalu keberadaan gajah juga benih tumbuh di Taman Nasional Hutan Leuser," tambah Muttaqin.
Baca juga : Sekolah Gajah Tahura Saree jadi Tujuan Wisata Favorit Keluarga di Aceh
Amatan Media Indonesia, banyak mahasiswa USK (Universitas Syiah Kuala) dan UIN Ar-Raniri (Universitas Islam Negeri Ar-Raniri) Banda Aceh, yang pulang pergi ke kampung halamannya melalui jalur nasional Banda Aceh-Sigli, Pidie, istirahat sejenak menikmati wisata gajah Saree. Apalagi lapangan tempat latihan gajah jinak itu persis di pinggiran jalan besar Banda Aceh-Sigli.
"Sambil menghilangkan penat, bisa menikmati keindahan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan yang dihiasi pegunungan indah dan bisa melihat betapa paruhnya gajah itu ketika diajari mahot (pawang) masing-masing," kata Ghina Zuhairi, mahasiswa semester VI Fakultas Kedokteran USK.
(Z-9)
Di Aceh, selama liburan sekolah banyak keluarga berkunjung ke lokasi Sekolah Gajah di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved