Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 37 pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi meninggalkan lokasi pengungsian di SD Inpres Boru, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 16 Januari, belum pulang.
Kepala Dinas Kominfo Flores Timur Hery Lamawuran mengatakan para pegungsi kembali ke rumah mereka di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang untuk mengecek kondisi rumah dan ternak.
"Mereka sudah dihimbau dan diedukasi untuk kembali ke tenda penungungsian, ya namanya manusia tentu ada kebosanan (di pengungsian)," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/1).
Baca juga: Tim SAR Temukan 2 WNA Kemah di Jalur Lava Gunung Lewotobi
Untuk menghilangkan kebosanan di pengungsian, lanjut Hery Lamawuran, petugas di posko mengajak warga terlibat dalam aktivitas posko, seperti ibu-ibu diajak membantu memasak bersama tim dapur umum. Selain itu, mereka juga bantu membersihkan sampah, sedangkan anak-anak melakukan permainan edukasi tentang pola hidup sehat.
Sejauh itu, pemerintah daerah setempat belum melaporkan kerugian yang diderita warga menyusul rusaknya tanaman pertanian, ternak hingga rumah akibat terkena abu vulkanik.
Baca juga: Komunitas Harley Davidson Beri Bantuan kepada Korban Erupsi Gunung Lewotobi
"Untuk kerusakan lahan pertanian dan rumah-rumah ternak, pada tahapan berikutnya baru didata, sekarang tahapan pemulihan karena erupsi yang membatasi tidak boleh mendekat radius 5 kilometer dan radius sektoral 6 kilometer dari pusat erupsi Gunung lewotobi," tambahnya.
Adapun jumlah pengungsi masih bertambah karena Gunung Lewotobi terus mengeluarkan abu vulkanik. Total pengungsi sampai Kamis pagi sebanyak 6.340 orang atau 161 orang dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 6.179 orang.
Hari ini, 18 Agustus pukul 08.23 Wita Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 1.500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi sementara lebih kurang 1 menit 45 detik. (Z-3)
BANJIR lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/12). Banjir lahar terjadi akibat hujan deras.
GUNUNG berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (1/8) pukul 20.48 Wita.
Meski hujan tak berlangsung lama, banjir lahar dingin sempat mengagetkan warga.
Bantuan berupa telur ayam, pampers, selimut, handuk, air mineral dan peralatan mandi diberikan kepada 114 balita di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Senin (14/7).
Setelah erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, warga di lima desa di wilayah kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menggalami gangguan infeksi pernafasan atas (ISPA) dan diare
DUA pengendara sepeda motor yang sedang melintas di jalan Trans Larantuka - Maumere mengalami luka ringan usai kendaraan mereka tergelincir di atas permukaan jalan.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved