Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengedepankan upaya pencegahan dan mitigasi untuk mengantisipasi dampak dari bencana alam yang kapan saja bisa terjadi di kota itu.
Sekretaris Kota Palu, Irmayanti Pettalolo mengatakan, dengan pencegahan dan mitigasi yang intensif dilakukan, berguna untuk melindungi dan mempersiapkan masyarakat di daerah rawan bencana untuk melakukan serangkaian langkah antisipatif dan adaptasi.
“Sehingga jika terjadi keadaan yang tidak diinginkan seperti bencana alam, maka jumlah korban dapat diminimalisir dan pemulihan ekonomi dapat lebih cepat terjadi,” terangnya, Rabu (15/11).
Baca juga : BPBD Kabupaten Bandung Siagakan Personel Waspadai Bencana
Menurut Irmayanti, berdasarkan identifikasi daerah rawan bencana di Palu, secara umum bencana yang sering terjadi setiap tahun secara berulang di lokasi yang nyaris sama.
Baca juga : Musim Hujan, Pohon Bertumbangan Merusak Rumah di Ciamis
Walaupun kurang menimbulkan korban, namun menimbulkan kerusakan, seperti jenis bencana klimatologi dan geologi.
“Oleh karena itu konsep yang kami lakukan dengan mempersiapkan masyarakat di daerah rawan bencana menyusun perencanaan dini secara efektif terkait pencegahan dan mitigasi,” ungkapnya.
Irmayanti berharap, dengan cara-cara seperti itu bisa meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk siap siaga dalam menghadapi keadaan darurat jika terjadinya bencana alam.
“Termasuk siap dalam menjaga ekonomi pascabencana,” tandasnya. (Z-8)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved