Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Yahukimo, Provinsi Pegunungan Papua, Didimus Yahuli memastikan penanganan tanggap darurat bencana longsor di distrik Panggema dan Anggruk berjalan maksmal.
Kondisi masyarakat di dua distrik itu saat ini relatif sangat baik. Didimus menyampaikan hal tersebut saat turun langsung meninjau distrik
Panggema dalam rangka peresmian Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bethel di distrik tersebut, Selasa (31/10).
Dia menjelaskan, bencana tanah longsor di distrik Panggema dan Anggruk yang langsung ditangani oleh pemkab dengan mengeluarkan tanggap darurat. Waktu terjadi relatif bersamaan pada medio pekan kedua Oktober.
Hanya saja, skala kerusakan atau dampak yang ditimbulkan sangat berbeda. "Longsor di Panggema skalanya relatif kecil dan menyebabkan kerusakan landasan pesawat terbang. Dan pemerintah daerah dan masyarakat telah membantu tahapan perbaikan secara swadaya sehingga saat ini pesawat dapat mendarat di Panggema," ujar Didimus.
Dia mengakui untuk penanganan di distrik Panggema masih butuh bantuan.Pemerintah berencana membuat talud untuk sisi landasan lapangan terbang agar lebih baik dengan menggunakan bronjong agar dapat menahan beban tanah.
"Pemerintah telah membentuk satgas yang didalamnya termasuk BNPB Pusat untuk secara bersama-sama dengan pemerintah daerah bekerjsama untuk merekonstruksi kondisi di sana. Namun secara umum, terkait kondisi masyarakat semua dalam kondisi baik dan kami sudah meresmikan gereja pada hari ini," tuturnya.
"Saya berharap untuk Panggema semua sudah clear dan tugas pemerintah adalah bagaimana menfollow up pembangunan, yang tentunya perlu penganggaran," lanjutnya.
baca juga: Puan Minta Segera Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Longsor di Yahukimo
Sementara skala dampak longsor di distrik Anggruk, menurut Didimus memang lebih besar dan membutuhkan penanganan lebih serius. Sebab, ada arus kali Yahuli yang menyebabkan erosi terus mengikis lokasi.
Sejauh ini, Didimus yang juga ketua NasDem Kabupaten Yahukimo mengaku pihaknya langsung mengambil langkah strategis awal dengan memindahkan masyarakat yang mendiami area rawan longsor ke tempat yang lebih aman. Termasuk mengirim kebutuhan masyarakat mulai dari bahan makanan, sembako, hingga material bangunan.
"Jadi saya pikir pemerintah daerah secara bertahap telah mengatasi bencana longsor yang terjadi di Anggruk dan Panggema. Kita tentu tak menutup diri jika ada bantuan dari pemerintah Pusat. Tentu juga dengan kordinasi dan sinkronisasi bersama terlebih dahulu," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli juga meminta semua pihak tidak lagi memainkan bencana yang terjadi untuk hal yang tidak sesuai.
"Jangan lagi ada pendirian posko-posko kelompok pemuda atau mahasiswa apalagi ada permintaan sumbangan dalam bentuk apapun dari kelompok organisasi. Jangan meminta sumbangan di jalan raya manapun lagi. Pemerintah daerah dan stakeholder terkait sudah melakukan tanggap darurat dan kondisi sudah relatif baik," pungkasnya. (N-1)
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved