Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN harga pelbagai kebutuhan pokok beberapa bulan terakhir cukup membuat pusing warga di Tanah Air. Belum bebas dari lonjakan harga beras, kini gula sudah ikut merangkak naik.
Pantauan Media Indonesia di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, Sulawesi Tengah, harga gula sudah menembus harga tertinggi yakni Rp18.000 per kilo gram (kg) dari harga sebelumnya Rp16.000 per kg. Padahal berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah hanya Rp15.360 per kg.
Pedagang Ismail Hasan mengatakan, kenaikan harga gula sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.
Baca juga : Mengetahui 4 Manfaat Mengonsumsi Gula Aren
“Untuk kenaikan harga sudah dari distributornya, pedagang tinggal menyesuaikan saja,” terangnya, Rabu (11/10).
Baca juga : Cegah Ginjal Kronis, Minum Air Putih Cukup dan Batasi Gula, Garam, Lemak
Menurut Ismail, harga di tingkat distributor rata-rata Rp17.500 per kg. Pedagang kemudian kompak menaikkan harga menjadi Rp18.000 per kg agar bisa mendapat untung.
“Untung yang kami ambil juga hanya Rp500 per kg,” imbuhnya. Pedagang lainnya, Murdani Sera menambahkan, selama harga gula naik tingkat pembelian konsumen di pasar turun drastis.
Bahkan, beberapa langganannya yang biasa membeli dengan jumlah besar terpaksa harus mengurangi.
“Untuk stok gula kita masih ada lah, cuman memang susah penjualan. Sehari paling hanya bisa laku 2 sampai 3 kg gula saja. Padahal sebelumnya paling sedikit laku 10 kg per hari,” tandasnya, terpisah. (Z-8)
Dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang tahun 2026, Perumda Dharma Jaya merencanakan impor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia.
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
BEEF saat ini bekerja sama dengan ID Food dalam memenuhi persediaan daging hingga akhir 2025.
Nah, berikut alasan daging babi lebih murah daripada daging sapi.
Harga daging sapi masih kisaran Rp115 ribu dan daging ayam yang bertahan pada harga Rp34 ribu per kg.
Sosialisasi agar warga berbelanja sesuai kebutuhan akan terus dilakukan, sehingga harga tidak melonjak.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved