Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Sektor Tarogong Kaler Polres Garut mengungkap kebakaran puluhan hektare lahan di kawasan Gunung Guntur, Blok Legok Tegal Malaka, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Kebakaran diakibatkan pelajar SMP yang tengah menghangatkan tubuh (siduru).
Kepala Kepolisian Sektor Tarogong Kaler Iptu Sona Rahadian Amus mengatakan pihaknya mengungkap penyebab kebakaran lahan di blok Tegal Malaka itu setelah melakukan penyelidikan. "Kami melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi yang menyebutkan tiga pelajar SMP sempat naik ke titik lokasi kebakaran. Salah satunya sengaja membakar alang-alang yang kering. Tujuannya menghangatkan tubuh karena situasi cuaca saat itu dingin," katanya, Minggu (10/9/2023).
Sona mengatakan, anak yang membakar alang-alang di kawasan kaki Gunung Guntur itu sempat dicegah oleh temannya tetapi tetap melakukan aksinya dengan membakar hingga ketiga pelajar mengetahui api meluas. Tiga pelajar memilih untuk turun, bukan berupaya memandamkan maupun meminta tolong.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Delapan Truk Perusahaan Kopi di Semarang
"Kami sudah memanggil sejumlah pihak termasuk sekolah untuk bisa memberikan pendampingan kepada anak didiknya agar tidak melakukan aksi serupa. Kami juga akan memberikan pemahaman kepada pihak lain, jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi dan kelalaian itu jangan sampai menyebabkan kerugian," ujarnya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Kabupaten Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Dodi Arisandi, mengatakan berdasarkan hasil penghitungan luas lahan terdampak kebakaran mencapai 59,24 hektare. Akan tetapi, kebakaran yang terjadi membakar pohon kaso, kaliandra, beberapa pinus, dan alang-alang.
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Samping SPBU 01 Gege Larantuka
"Kebakaran di kawasan Gunung Guntur itu dilaporkan pada Kamis pukul 10.00 WIB dan setelah menerima laporan oetugas di lapangan langsung berupaya melakukan pemadaman. Pemadaman yang dilakukan dibantu oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) dan mereka sudah berusaha maksimal tetapi api baru padam pada pukul 22.00," katanya. Dalam proses pemadaman yang dilakukannya ada satu relawan MPA terluka setelah jatuh.
Kebakaran lahan di kawasan Gunung Guntur bukan yang pertama karena pada musim kemarau sudah pernah terjadi tetapi skalanya kecil bisa langsung dikendalikan. "Musim kemarau sekarang karena cuaca panas dan angin cukup kencang hingga api cepat menyebar. Berdasarkan investigasi kebakaran di kawasan kaki Gunung Guntur berbatasan dengan lahan milik masyarakat ada dugaan kebakaran menjalar dari lahan masyarakat, tetapi untuk penyebab selama ini dari luar kawasan dan dugaan ada unsur kesengajaan," paparnya. (Z-2)
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Jalan penghubung itu ambles sepanjang 50 meter
JEMBATAN gantung Cimanisan, Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat ambruk akibat luapan dan derasnya air Sungai Cikaengan.
Secara komulatif sejak 2004 hingga 2025 tercatat ada 1.806 kasus dengan angka kematian 470 meninggal dunia.
"Kasus DBD yang terjadi pada awal bulan Januari hingga September 2025 selama ini mengalami peningkatan, karena masyarakat masih abai membersihkan lingkungan sekitar."
Gempa Garut tersebut terjadi sekitar pukul 15:24 WIB yang berlokasi di 140 kilometer barat daya dari Kabupaten Garut, atau tepatnya ada di kedalaman 13 kilometer laut.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengatakan kebakaran hutan di Gunung Guntur sudah padam.
PETUGAS gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat berhasil melakukan pemadaman kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Putri dan kaki Gunung Guntur, Garut.
Selain kecerobohan pengunjung, pengelola Taman Nasional juga punya andil karena lemahnya pengawasan.
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan mengalami kendala, terutama kondisi medan sangat berat hingga berkabut.
Korban bersama temannya sempat bermalam pada Minggu (19/9) sekitar pukul 04.00 hingga teman-teman Gibran naik ke puncak Gunung Guntur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved