Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POSISI Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menguat. Dia banyak dilirik lantaran kerja totalnya di pemerintahan.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul mengungkapkan Erick memahami betul hadirnya dorongan kuat untuk maju sebagai cawapres. Potensi keterpilihan cawapres semakin terbuka juga berkat latar belakangnya sebagai kader NU.
“Dia sadar bahwa politik itu tidak bisa instan tetapi tidak ada salahnya dimulai dari awal jauh-jauh hari sudah menjadi bagian dari keluarga NU,” kata Adib.
Lebih lanjut, dia menyebut, Anggota Kehormatan Banser NU itu telah berada di jalur yang benar. Sebab, dukungan maju cawapres tidak hanya hadir dari kalangan warga NU, biasa namun juga dari para sesepuh dari organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Erick sudah membuktikan kedekatannya dengan PBNU. Dia dipercayai menjadi Ketua Steering Committee (SC) Harlah Satu Abad NU beberapa waktu lalu.
Selain itu, sosoknya berhasil menggerakkan kemandirian NU dengan menginisiasi berdirinya 250 Badan Usaha Milik NU atau BUMNU di seluruh Tanah Air. "Dia sangat sering bertemu tokoh-tokoh NU,” tambah Adib.
Situasi tersebut, lanjut dia, juga semakin dikuatkan dengan kinerja gemilang Erick Thohir selama menakhodai Kementerian BUMN. Ketua Umum PSSI itu berhasil menghadirkan kinerja sangat gemilang dalam mentransformasikan BUMN.
Tercatat dalam masa kepemimpinannya di Kementerian BUMN. Erick Thohir berhasil mencetak rekor dividen terbesar sepanjang sejarah Kementerian BUMN. Perusahaan negara mampu menyetorkan keuntungan kepada negara sebesar Rp80,2 triliun.
“Sumbangsihnya di sejumlah lini sangat nyata, terutama di BUMN," tandas Adib. (N-2)
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved