Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT (Pj) Bupati Sorong Yan Piet Moso S.Sos.,M.M dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau harga bahan pokok disejumlah pasar tradisional. Upaya ini untuk mengetahui dinamika harga bahan pokok dan menekan inflasi.
Dalam peninjauan ini, Yan Piet Moso menanyakan langsung kepada para pedagang terkait harga bahan pokok, seperti harga beras, minyak goreng, cabai, telur, bawang merah dan sejumlah komoditi lainnya dan kendala apa saja yang dialami.
Dalam pantauannya, Moso menilai, harga beberapa bahan pokok masih dalam keadaan stabil. Memang ada beberapa komoditi, seperti bumbu dapur yang harganya mengalami kenaikan tipis antara Rp 1.000,- hingga Rp2.000,-.
Lokasi yang ditinjau. Pj Bupati dan TPID diantara adalah Saga Supermarket, Pasar Warmon Aimas, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan UPTD Balai Benih Ikan di Majaran. Diakuinya, ada beberapa komoditas bahan pokok yang memang mengalami kenaikan harga.
Menurut dia, kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Misalnya, beberapa komoditi lokal yang kosong sehingga harus didatangkan dari luar. Ada pula produk yang diambil dari distributor, sehingga tentu ada selisih harga yang sedikit lebih tinggi.
"Pedagang sampaikan ada stok barang yang diambil dari luar, ada juga dari distributor, sehingga ada sedikit perbedaan harga. Namun itu masih pada ambang batas wajar, berkisar antara Rp 1.000,- hingga Rp 2.000,- jika dibandingkan dengan harga dalam kondisi normal," ucap Moso.
Pj Bupati Sorong memastikan bahwa untuk saat ini, ketersediaan stok bahan pangan masih aman dan tidak ada kelangkaan. Dengan demikian Moso berharap angka inflasi di Kabupaten Sorong tidak terus melaju.
Masalah ketahanan pangan, jelas Moso, sejatinya memang harus dibahas dalam sebuah diskusi yang komprehensif pada berbagai sektor. Yakni mulai dari sembako, produk pertanian, produk perkebunan, produk peternakan hingga produk perikanan.
Sementaa itu, Kapolres Sorong, AKBP Yohanes Agustiandaru, SH, S.IK, MH menambahkan, pihaknya sebagai penyelenggara negara juga siap bersinergi bersama TPID baik dari internal Pemerintah Daerah maupun TNI.
"Kami siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Sorong dalam penanganan inflasi ini. Kami juga memiliki Satgas Pangan dari Reskrim dan Intel yang ikut memantau fluktuasi harga bahan pokok bersama Dinas Perindagkop. Pantauan dilakukan terhadap harga bahan pangan day by day, termasuk juga terkait ketersediaan stoknya," jelas Kapolres. (OL-13)
Baca Juga: Inilah Harga Minyakita di Surabaya, Berbeda dengan Kota Lain
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved