Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggalakkan gerakan tanam cabai dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong sebagai upaya mengendalikan dan menekan laju inflasi di daerah tersebut.
Kepala Biro Perekonomian Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Usnia di Kendari, Jumat mengatakan bahwa Gubernur Sultra Ali Mazi telah mengeluarkan Surat Edaran untuk menggalakkan program gerakan tanam cabai kendalikan inflasi yang ditujukan kepada bupati/walikota di 17 kabupaten/kota.
"Jadi sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi, Bapak Gubernur mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor: 500/4488 tentang Gerakan Menanam Cabai yang ditujukan kepada para bupati/walikota se-Sulawesi Tenggara," katanya.
Usnia menerangkan bahwa Surat Edaran Gubernur tersebut dikeluarkan sebagai bentuk tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi pangan daerah.
Dia menyebut Surat Edaran itu memuat tiga poin, pertama seluruh bupati/walikota se-Sulawesi Tenggara diimbau untuk ikut menggalakkan program tanam cabai kendalikan inflasi dengan menggerakkan setiap instansi teknis terkait mulai dari dinas-dinas, kecamatan, desa/kelurahan, Tim Penggerak PKK, kelompok tani, serta rumah tangga di wilayahnya. "Untuk memanfaatkan area pekarangan rumah atau pot sebagai media tanam komoditi cabai," jelas Usnia.
Poin kedua, lanjut Usnia, para bupati/walikota diimbau agar terus aktif memantau perkembangan ketersediaan pasokan cabai, kestabilan harga, serta alur distribusi untuk menghindari terjadinya kelangkaan stok di wilayahnya masing-masing.
"Poin ketiga atau yang terakhir Surat Edaran tersebut yaitu para bupati/wali kita diminta untuk menindaklanjuti dan melaporkan perkembangannya kepada Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID," kata Usnia. (Ant/OL-12)
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved