Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggalakkan gerakan tanam cabai dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong sebagai upaya mengendalikan dan menekan laju inflasi di daerah tersebut.
Kepala Biro Perekonomian Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Usnia di Kendari, Jumat mengatakan bahwa Gubernur Sultra Ali Mazi telah mengeluarkan Surat Edaran untuk menggalakkan program gerakan tanam cabai kendalikan inflasi yang ditujukan kepada bupati/walikota di 17 kabupaten/kota.
"Jadi sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi, Bapak Gubernur mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor: 500/4488 tentang Gerakan Menanam Cabai yang ditujukan kepada para bupati/walikota se-Sulawesi Tenggara," katanya.
Usnia menerangkan bahwa Surat Edaran Gubernur tersebut dikeluarkan sebagai bentuk tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi pangan daerah.
Dia menyebut Surat Edaran itu memuat tiga poin, pertama seluruh bupati/walikota se-Sulawesi Tenggara diimbau untuk ikut menggalakkan program tanam cabai kendalikan inflasi dengan menggerakkan setiap instansi teknis terkait mulai dari dinas-dinas, kecamatan, desa/kelurahan, Tim Penggerak PKK, kelompok tani, serta rumah tangga di wilayahnya. "Untuk memanfaatkan area pekarangan rumah atau pot sebagai media tanam komoditi cabai," jelas Usnia.
Poin kedua, lanjut Usnia, para bupati/walikota diimbau agar terus aktif memantau perkembangan ketersediaan pasokan cabai, kestabilan harga, serta alur distribusi untuk menghindari terjadinya kelangkaan stok di wilayahnya masing-masing.
"Poin ketiga atau yang terakhir Surat Edaran tersebut yaitu para bupati/wali kita diminta untuk menindaklanjuti dan melaporkan perkembangannya kepada Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID," kata Usnia. (Ant/OL-12)
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved