Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KANWIL Bulog Yogyakarta menggelontorkan beras untuk menahan penaikan harga beras di pasaran. Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Yogyakarta Muhammad Attar Rizal menyampaikan kegiatan ini dilakukan agar harga beras di tingkat konsumen bisa stabil dan mengendalikan inflasi.
"Saat ini, pergerakan harga beras mulai naik karena petani belum panen," kata dia saat meluncurkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Jumat (6/1).
Bulog pun turun tangan dengan menggelontorkan cadangan beras pemerintah yang akan dikirim ke Toko Pangan Kota (TPK) yang ada di kota dan kabupaten.
Untuk tahap pertama, Bulog Yogyakarta menggelontorkan empat ton beras ke TPK-TPK yang ada di Pasar Beringharjo, yang salah satunya TPK Segoro Amarto.
"Setiap hari kita drop ke TPK-TPK sesuai kebutuhan konsumen, permintaan pasar," ujarnya.
Dari pengalaman sebelumnya, kegiatan ini bisa menahan harga beras di pasaran agar tidak naik.
M. Attar Rizal menyampaikan, program ini menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Program SPHP ini juga sebagai perwujudan tiga pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada Bulog yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas. Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu panik, Bulog Yogyakarta masih memiliki cadangan beras di gudang sekitar 6.000 ton. Bulog juga akan terus menyerap beras dari petani.
Sebelumnya, selama tahun 2022, Bulog Kanwil Yogyakarta telah menyalurkan beras untuk stabilisasi harga dengan nama program sebelumnya Ketersediaan Pasokan dan Harga Pangan (KPSH) sejumlah 53.368 ton.
Baca juga: Bulog Jamin Stok Beras untuk Permintaan Nataru Aman
Kepala Dinas Diseprindag DIY Syam Arjayanti menambahkan program ini selain bisa mengendalikan harga beras diharapkan juga bisa membantu pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, tingkat inflasi DIY sebesar 6,49% pada 2022 masih di atas nasional yang hanya 5,51%.
Beras disalurkan ke pasar, outlet binaan, pengecer, dan lainnya dengan harga di depan pintu gudang Bulog, di atas alat angkut pembeli sebesar Rp8.300 per kg. Pedagang boleh menjual beras Bulog tersebut ke masyarakat maksimal harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram.
Ia mewanti-wanti, pedagang tidak menjual beras Bulog tersebut di atas HET yang ditetapkan.
"Kalau ketahuan (menjual lebih mahal dari ketentuan), pedagang tersebut tidak bisa menerima program ini kembali," ungkapnya.
Program ini rencananya akan digelontorkan sampai 31 Desember 2023, tetapi akan dievaluasi saat musim panen yang diperkirakan akan terjadi mulai Maret 2023.
"Kalau program ini terus digelontorkan saat panen, ini akan menekan kesejahteraan petani sehingga akan dievaluasi saat memasuki panen raya," pungkasnya.(OL-5)
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved