Kamis 05 Januari 2023, 22:48 WIB

Buaya yang Dievakuasi dari Pantai Legian Mati karena Sakit

Arnoldus Dhae | Nusantara
Buaya yang Dievakuasi dari Pantai Legian Mati karena Sakit

ANTARA
Ilustrasi seekor buaya muara

 

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyampaikan seekor buaya muara (Crocodylus porosus) yang dievakuasi di Pantai Legian, Badung, Rabu (4/1), tewas setelah dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan selama 12 jam.
 
Kepala BKSDA Bali R Agus Budi Santosa dalam laporannya di Denpasar, Kamis, menyampaikan saat dirawat di PPS Tabanan, petugas menemukan luka-luka lama di tubuh buaya tersebut.
 
"Lukanya luka lama, bukan luka baru. Tidak diketahui karena apa," kata dia.
 
Ia menambahkan ada dua luka yang ditemukan di bagian pinggang dan punggung buaya.
 
Seekor buaya muara/buaya air asin berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai dari Balawista Pantai Kuta setelah mereka melihat hewan amfibi itu berenang dan berjalan di bibir pantai depan Hotel Padma, Legian, Kuta, Badung, pada Rabu sekitar pukul 15.00 Wita.
 
"Pukul 15.30 Wita, buaya berhasil ditangkap dan diikat tanpa ada korban jiwa atau korban luka-luka, dan pukul 15.30 Wita buaya itu dapat
diangkut ke mobil rescue BKSDA Bali," kata Agus Budi.
 
Ia menjelaskan proses penangkapan buaya saat itu menggunakan tali dan bambu yang biasa digunakan untuk menyelamatkan warga tenggelam.
 
Penjaga pantai dari Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) bersama para pedagang di sekitar pantai berinisiatif menangkap buaya agar hewan itu tidak lari kembali ke laut, setelah mereka menghubungi Pos Induk Balawista, Polsek Kuta, dan BKSDA Bali.


Baca juga: PN Lahat Vonis Dua Pemerkosa Anak Dibawah Umur hanya 10 Bulan

 
"Setelah ditangkap dan diselamatkan, sesuai arahan Ibu Direktur KKHSG (Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik) KLHK Indra Exploitasia, buaya tersebut langsung dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan untuk penanganan lebih lanjut," kata Kepala BKSDA Bali.
 
Di PPS Tabanan, petugas dari BKSDA pun memberi injeksi vitamin biodin untuk perawatan awal. Namun, buaya itu akhirnya meninggal setelah menerima perawatan dari BKSDA.
 
"Bangkainya dikubur. Tempat dan waktunya mohon maaf tidak bisa diberitahukan," kata dia.
 
Sejauh ini, BKSDA belum dapat memastikan asal buaya. Walau demikian, hewan amfibi itu kemungkinan berasal dari Tahura Mangrove Ngurah Rai.
 
Tak lama setelah buaya itu dievakuasi, BKSDA meminta masyarakat, termasuk wisatawan dan pengelola wisata, mewaspadai kemungkinan adanya buaya muara/buaya air asin lainnya di sekitar Pantai Legian setelah seekor buaya berhasil diselamatkan di lokasi tersebut, Rabu.
 
"Petugas Balai KSDA Bali telah meminta agar anggota Balawista (penjaga pantai) beserta masyarakat sekitar pantai untuk waspada
terhadap kemungkinan adanya buaya lain di sekitar pantai," kata Kepala BKSDA Bali.
 
Pantai Legian merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Bali selain Pantai Kuta. Wisatawan biasanya memadati Pantai Legian saat sore hari menjelang matahari terbenam. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

Dok Dompet Dhuafa

Program Hunian Sementara Penyintas Gempa Cianjur Dikebut

👤Media Indonesia 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:50 WIB
PROGRAM hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat terus...
MI/Amiruddin AR

263 Ha Lahan Perkebunan di Aceh Utara Terendam Banjir

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:40 WIB
Dari 263 hektare perkebunan terendam banjir tersebut di antaranya 193 ha tanaman sawit, 53 ha perkebunan kako, dan 17 ha perkebunan...
ANTARA/Asep Fathulrahman

Ritual Kawalu, Perkampungan Badui Dalam Tertutup bagi Wisatawan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:30 WIB
Pelaksanaan Kawalu itu mulai diberlakukan, Selasa (24/1), hingga Kawalu tiga pada 24 April...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya