Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MERELOKASI warga yang terdampak gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bukan perkara mudah. Namun, pemerintah daerah setempat akan berupaya memaksimalkan sosialisasi sehingga masyarakat bisa berpindah hunian ke tempat relokasi yang disiapkan pemerintah.
Bupati Cianjur Herman Suherman tak memungkiri masih terjadi kesimpangsiuran informasi soal relokasi. Kondisi tersebut diyakini Herman lantaran belum ada sosialisasi dan informasi komprehensif yang diterima utuh masyarakat.
"Nanti kita sosialisasi, kan kita belum bergerak. Kita belum sosialisasikan kepada mereka (masyarakat). Jadi mereka masih simpang siur bagaimana-bagaimananya. Makanya kita nanti ada sosialisasi," tegas Herman di komplek Pendopo Cianjur, beberapa waktu lalu.
Relokasi, kata Herman, utamanya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang terdeteksi dilalui patahan atau sesar gempa. Setidaknya terdapat 9 desa yang dinilai rawan gempa. Kesembilan wilayah itu yakni Desa Ciherang dan Ciputri di Kecamatan Pacet, kemudian Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Benjot, dan Desa Cibulakan di Kecamatan Cugenang, serta Desa Nagrak di Kecamatan Cianjur.
Hasil sementara yang dipotret melalui foto udara, diperkirakan ada sekitar 1.800 unit bangunan rumah warga yang mesti direlokasi. Lokasinya tersebar di berbagai titik.
"Ada sembilan desa di tiga kecamatan yang rawan karena berada pada lempengan gempa. Ada sekitar 1.800 rumah yang harus direlokasi berdasarkan foto udara. Itu baru perkiraan," tutur Herman.
Bupati menuturkan terus membahas soal daerah-daerah rawan gempa dengan BMKG. Namun secara detail belum ada hasil wilayah mana saja yang memang dilintasi lempengan atau patahan gempa.
"Kita juga terus membahas dengan BMKG, mana sih (wilayah rawan). Petanya sudah ada, cuma kita belum jelas. Ketika sudah betul-betul jelas (daerahnya), baru kita sosialisasi. Jangan berandai-andai," ucapnya.
Pemerintah juga sedang memikirkan memikirkan mata pencaharian warga yang nanti direlokasi. Salah satu solusi yang ditawarkan, sebut Herman, diantaranya untuk warga lansia wajib terdata sebagai penerima bantuan sosial.
"Kemarin kita punya solusi, untuk masyarakat yang sudah uzur, wajib didata sebagai penerima bantuan sosial, BPNT maupun PKH. Warga yang produktif kita latih, apakah misalnya jadi tukang jahit, juru masak, UMKM, dan sebagainya," jelasnya.
Soal eks lahan permukiman warga seandainya nanti dilaksanakan relokasi, Pemkab Cianjur sedang memikirkannya. "Apakah nanti jadi lahan garapan warga atau apa? Tapi dengan catatan tak boleh dibangun bangunan. Kita sedang pikirkan itu. Tujuan pemerintah itu baik untuk menyelamatkan warga. Jangan sampai nanti ada gempa lagi, terjadi kondisi seperti ini," pungkasnya. (OL-15)
HOTEL Sangga Buana dengan bangga merayakan hari jadinya yang ke-72 dengan mengusung tema The Journey of Rising Stronger and Thriving Together.
Pembangunan rumah ini merupakan hasil kolaborasi dengan banyak pihak.
Pencairannya pun disesuaikan dengan pengajuan dari Pemkab Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Anggaran bantuan stimulan tahap keempat saat ini sudah berada di Kementerian Keuangan yang merupakan pengajuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Rumah ini dibangun dengan biaya dari donatur melalui Kitabisa.com dan dibantu YPP SCTV Indosiar.
Dari hasil pendataan, terdapat hampir 40 ribu kepala keluarga yang terdata sebagai penerima bantuan stimulan pada tahap 4
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved