Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PLN Nusantara Power terus melakukan dekarbonisasi guna menurunkan emisi
gas rumah kaca dan mencegah perubahan iklim. Termasuk mendukung
tercapainya target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada
2025.
Subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara itu getol menanam
pohon, meningkatkan persentase co-firing dan mengembangkan Bahan Bakar
Jumputan Padat (BBJP) untuk Co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU).
"Pohon yang ditanam PLN Nusantara Power menyerap hingga 5,3 juta ton CO2 per tahun," tegas Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, kemarin.
Dari 1.026.846 pohon yang ditanam di seluruh unit pembangkit berhasil
melakukan dekarbonisasi mencapai 5.442.283,8 ton CO2.
Pohon kaliandra yang ditanam pun panen perdana sebanyak 327.500 pohon
seluas 72,78 ha di kawasan PLTA Cirata. Di PLTA itu terdapat 3.211.740
pohon kaliandra seluas 713,72 ha. Pohon kaliandra untuk co-firing
mengganti sebagian bahan bakar batu bara di PLTU.
Saat ini PLTA Cirata menjadi pusatnya Renewable Energy di PLN Group.
Pasalnya kawasan setempat menjadi hutan tanaman energi pendukung bahan
co-firing di PLTU.
Bahkan, PLN NP menjadi pusat riset EBT di lingkungan PLN Group setelah
dibangunnya PLTS 1 MW. Kemudian diperkuat kembali dengan dibangunnya
PLTS terapung pertama dan terbesar di Indonesia berkapasitas 145 MWac di area PLTA Cirata.
Termasuk membangun instalasi pengolahan biomassa yang mampu memproduksi
sawdust sekitar 189.133 ton dari total luas lahan untuk dapat digunakan
menjadi bahan baku co-firing oleh PLTU Indramayu. Nilai kalori sawdust
dari pohon kaliandra yang telah diuji laboratorium dapat mencapai 4200
kkal.
"PLN NP mendukung transisi energi sebagai komitmen Indonesia di kancah
internasional dalam mewujudkan Paris Agreement untuk turut serta
mengendalikan emisi gas rumah kaca," kata Ruly Firmansyah.
Berinovasi
Komisaris Utama PLN NP, E Haryadi menyatakan selain menjadi yang
terdepan di bidang co-firing, PLN NP selalu berbenah dan berinovasi. Hal itu agar dapat menaikkan persentase co-firing di PLTU demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.
Pohon kaliandra ditanam sejak 2021 seluas 25 ha dari target potensi
lahan seluas 713,72 hektar. Pohon berumur 1 tahun panen pada 2022. Panen yang diproyeksikan 15-45 ton/ha memiliki potensi reduksi karbon setara 278,95 ton CO2.
PLN menargetkan program co-firing sampai 2025 di 52 lokasi PLTU dengan
total kapasitas 18.154 megawatt (MW) dengan kebutuhan biomassa 10,2 juta ton per tahun. Guna mencapai target itu diperlukan sinergi lintas
instansi dan keterlibatan aktif masyarakat.
Sementara pengembangan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) untuk Co-firing PLTU mengandeng pemda. Baru-baru ini melibatkan Badan Usaha Milik Daerah Kota Surabaya, Pasar Surya. Sebelumnya menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Tuban dan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kerja sama memasok BBJP itu untuk menyuplai pembangkit.
Saat ini, co-firing memanfaatkan BBJP dari sampah organik perkotaan
sebanyak 160 ton dari TPA Jabon, Sidoarjo. Bahan itu sudah disalurkan
untuk keperluan uji coba co-firing pada PLTU Tanjung Awar-Awar dan PLTU
Paiton 1-2.
Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN NP Rachmanoe Indarto
menyatakan penggunaan BBJP untuk co-firing pembangkit berbahan bakar
batu bara sudah memasuki uji coba di PLTU Tanjung Awar-Awar pada 19-20
Juli 2022 dan PLTU Paiton 1-2 pada 1-2 Agustus 2022 dengan rasio rendah
1% dan 3%. (N-3)
Teknologi Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) mampu mengubah gas buang dari proses kilang—yang mengandung acid gas—menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi.
Dukungan terhadap pengembangan bisnis pengangkutan karbon menjadi fokus utama dalam forum internasional The 5th Asia CCUS Network Forum di Jakarta.
Pakar ekonomi dan lingkungan IPB University Eka Intan Kumala Putri menilai positif upaya Pertamina mereduksi lebih dari 1 juta ton equivalen emisi karbon pada semester I 2025.
Indonesia diproyeksikan mampu menyerap emisi CO2 lebih dari 100 juta ton per tahun melalui CCS di sektor energi dan industri pada pertengahan abad ini.
PT Pertamina Hulu Energi menegaskan komitmennya mendukung target pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
MENURUT Journal of Cleaner Production (2023), pelatihan profesional yang terstruktur di bidang berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas strategi dekarbonisasi perusahaan hingga 40%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved