Jumat 09 Desember 2022, 18:45 WIB

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, BPJS Ketenagakerjaan Klaten Gelar Sosialisasi Antikorupsi

Djoko Sardjono | Nusantara
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, BPJS Ketenagakerjaan Klaten Gelar Sosialisasi Antikorupsi

MI/DJOKO SARDJONO
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di BPJS Ketenagakerjaan Klaten

 

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Klaten, Jawa
Tengah, menyelenggarakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Jumat
(9/12).

Peringatan diadakan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Klaten, dengan diikuti para karyawan dan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kali ini, salah satu kegiatan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Klaten ialah sosialisasi dan edukasi tentang antikorupsi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Noviana Kartika Setyaningtyas,
melalui Ardhiansyah D, petugas pemeriksa, mengatakan bahwa korupsi belum  banyak dipahami masyarakat. Untuk itu, pihaknya menggelar sosialisasi yang bertujuan membangun kesadaran dan sikap masyarakat, khususnya peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam budaya antikorupsi.

"Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati pada 9 Desember setiap tahun
ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bersikap antikorupsi," jelasnya.

Dalam sosialisasi itu, Ardhiansyah memberikan pemahaman kepada peserta
tentang apa saja yang masuk dalam kategori korupsi, suap, dan
gratifikasi. "Sekecil apapun pemberian dalam bentuk gratifikasi
itu termasuk korupsi. Nah, ini yang belum dipahami oleh kebanyakan
masyarakat," lanjutnya.

BPJS Ketenagakerjaan Klaten, tegasnya, berkomitmen tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta, meski tanpa pemberian apapun dari pelanggan.

Menurut dia, sebagai petugas yang mengemban amanah untuk memberikan pelayanan terbaik sekecil apapun pemberian dari peserta itu
tetap harus ditolak.

Saat ditemui pers, Ardhiansyah mengatakan dalam event, misalnya, kalau
terpaksa karena hubungan baik itu diterima.  Tapi, apa yang diterima
dilaporkan ke KPK.

"Dalam webinar dengan perusahaan yang juga dihadiri dari kejaksaan, kami selaku narasumber menyatakan BPJS Ketenagakerjaan menolak gratifikasi," tandasnya.

Noviana Kartika Setyaningtyas melalui Kepala Bidang Umum dan SDM, Arista Nurcahya, menambahkan bahwa masyarakat kini banyak yang belum paham soal korupsi.

"Mereka tahu korupsi itu merugikan negara. Korupsi itu merampok uang
rakyat. Jadi, secara detail belum banyak masyarakat yang paham apa itu
korupsi," jelasnya.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pelanggan atau peserta mengenai detailnya korupsi.

Sementara itu, Tiara Febriana, salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan,
mengungkapkan kegiatan sosialisasi antikorupsi itu sangat bermanfaat
bagi masyarakat.

"Kami mengapresiasi sosialisasi antikorupsi yang digelar BPJS
Ketenagakerjaan. Karena, kami kini menjadi paham apa itu korupsi, suap,
dan gratifikasi," tandasnya. (N-2)

Baca Juga

MI/Amiruddin A.R

Empat Poter Tim Ranger Konservasi Leuser Diserang Harimau di Aceh Selatan

👤Amiruddin MR 🕔Senin 30 Januari 2023, 01:05 WIB
EMPAT orang pengantar barang dan bahan logistik (poter) Team Ranger Forum Konservasi Leuser (FKL) yang sedang melakukan kegiatan di kawasan...
dok.ist

Ganjaran Buruh Berjuang Banten Resmi Dikukuhkan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 23:03 WIB
KEPENGURUSAN relawan Ganjaran Buruh Berjuang (GBB) Provinsi Banten kini telah resmi dikukuhkan oleh pengurus Pusat...
MI/HO

Kementan Harmonisasi Pusat dan Daerah Bangun Regenerasi Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 22:58 WIB
PENGEMBANGAN pertanian terus dilakukan oleh jajaran Kementerian Pertanian RI melalui aneka program dan terobosan, di antaranya regenerasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya