Minggu 04 Desember 2022, 21:10 WIB

Lumajang Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru

M Yakub | Nusantara
Lumajang Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru

ANTARA/DOK.BNPB
Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, erupsi pada Minggu (4/12).

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menetapkan masa tanggap darurat bencana akibat erupsi disertai awan panas guguran (APG) Gunung Semeru selama 14 hari.
 
"Tanggap darurat 14 hari sejak hari ini dan SK Bupati segera saya tanda tangani," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat dikonfirmasi di
Pos Pengungsian Desa Penanggal Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (4/12).
 
Menurutnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Semeru naik dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).
 
"Untuk itu masyarakat yang berada di zona merah diminta untuk mengosongkan tempat dan mengevakuasi diri di posko pengungsian yang telah disediakan," tuturnya.
 
Sejalan dengan status Awas Gunung Semeru, lanjut dia, pihaknya memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk melakukan konsolidasi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
 
"Hal tersebut agar bisa diintervensi karena para pengungsi tersebar di beberapa tempat dan penyebarannya lebih luas," ucap bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq.


Baca juga: Penerbangan di Bandara Juanda dan Abdurrahman Saleh Normal

 
Sementara itu, disinggung mengenai kemungkinan adanya korban, Cak Thoriq menjelaskan bahwa pihaknya masih belum ada laporan jumlah korban dan laporan kehilangan dari masyarakat.
 
"Belum mendapatkan laporan adanya korban, hanya beberapa penanganan yang harus ditangani tim medis, tadi ada bayi umur beberapa bulan tetapi sudah mendapatkan penanganan medis di puskesmas," katanya.
 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi) seiring dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Awas.
 
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 19 km.
 
Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
 
Kemudian mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat dan Kali Lanang serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Ant/OL-16)
 

 

Baca Juga

dok.Humas PPP

DPW PPP Jatim Targetkan 11 Kursi Legislatif di Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 10:10 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) terus tancap gas jelang perhelatan Pemilu 2024. Salah satunya dengan melakukan bedah dapil dan optimis...
dok.papdesi

Di Rakerda, DPD PAPDESI Sumut Berkomitmen Sejahterakan Masyarakat Desa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:54 WIB
SALAH satu tujuan rakerda ini adalah untuk menyatukan sinergi para kepala desa di Sumatera Utara guna menjalankan misi menyejahterakan...
dok.Pemprov Jateng

Dorong Desa Wisata Jadi Magnet Lapangan Kerja, Ganjar Gelontorkan Stimulan

👤Haryanto 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:36 WIB
MENGOPTIMALKAN sektor pariwisata pascapandemi Covid-19, oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadikan ujung tombak untuk pemulihan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya