Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR luapan Kali Pacal di Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, berdampak luas pada belasan desa di lima kecamatan
kabupaten setempat, Sabtu (26/11).
Banjir yang dipicu akibat luberan Waduk Pacal juga mengakibatkan seorang balita meninggal terseret arus. Banjir juga mengakibatkan jalur antarprovinsi ditutup akibat jembatan darurat yang terpaksa dijebol karena debit air waduk meningkat tajam.
Kondisi tersebut mengakibatkan ratusan rumah di sedikitnya 13 desa dari lima kecamatan tergenang.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, lima kecamatan yang terdampak luapan Waduk Pacal dan anak Sungai Bengawan Solo itu meliputi Kecamatan Balen, Sukosewu, Kapas, Dander, Bojonegoro, dan Temayang.
Sekretaris BPBD Bojonegoro, Zaenul Ma'arif, mengatakan, banjir luapan Waduk Pacal dipicu akibat debit air Waduk naik hingga diambang batas yang mengkhawatirkan. Pada saat yang sama, pintu air Waduk mengalami kemacetan sehingga tidak dapat dibuka untuk
mengendalikan air.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA), UPT Bina Marga Jatim, Polres, dan Dishub Bojonegoro.
Akibatnya, jalan antarprovinsi yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dan Nganjuk ditutup total dan arus lalu lintas dialihkan pada jalur alternatif.
Baca juga: BPNB: Hingga Sabtu Sore Ditemukan Lagi 8 Jenazah Korban Gempa
"Kita putuskan membuka paksa pintu air waduk serta membongkar spillway pada pembangunan jembatan di Desa Kedungsari yang saat ini masih dalam proses pengerjaan," tegasnya.
Upaya ini terpaksa dilakukan untuk mengendalikan luapan air di Waduk Pacal yang ketinggiannya berada diambang batas.
"Sengaja dijebol untuk jalan darurat karena apabila tidak dibuka dan Waduk Pacal tidak mampu menampung dikhawatirkan malah jebol," tandasnya.
Tim reaksi cepat juga telah diturunkan untuk langkah antisipasi dan upaya penanganan darurat. Termasuk, mendata dampak luapan Waduk Pacak serta anak Sungai Bengawan Solo. Sedikitnya 13 desa dari lima kecamatan yang terdampak. Meliputi, meliputi Kecamatan Balen, Sukosewu, Kapas, Dander, Bojonegoro, dan Temayang.
Kawasan yang terdampak itu antara lain, permukiman, fasilitas umum, tempat ibadah, lembaga pendidikan, ponpes, serta ruas jalan dengan tinggian yang variatif. Yakni, berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter. Dan saat ini, tinggi genangan berangsur surut.
Banjir juga merendam sejumlah titik ruas jalur nasional di Desa Kabunan, Balen, hingga menyebabkan arus lalu lintas terhambat. Genangan terparah berada di Dusun Banjartal, Desa Kabunan, Kecamatan Balen sepanjang 2 km dan sudah mulai berangsur surut.
"Genangan berangsur surut, baik di jalan maupun permukiman. Kami juga masih mereka dampak banjir untuk selanjutnya akan kami laporkan," pungkasnya. (OL-16)
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menyatakan enam kecamatan di wilayah itu diterjang banjir bandang, Rabu (4/3).
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Di tengah kota Jakarta akan dibangun juga sumur-sumur resapan dan biopori agar tanah air di Jakarta ini sendiri juga bertambah.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta diimbau dapat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved