Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Sulawesi Selatan menggelar "Festival Nelayan Selayar" untuk menjaring dukungan bagi Ganjar Presiden 2024 di Dermaga Padang, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Kamis (17/11/12). Ribuan nelayan pesisir ambil bagian dalam acara tersebut.
Festival Nelayan Selayar diisi oleh serangkaian kegiatan menarik seperti aksi sosial bersih-bersih sampah di dermaga, penampilan musik, serta membakar ikan. Tak hanya itu, mereka menggaungkan deklarasi terhadap sosok yang berkomitmen mensejahterakan kalangan nelayan, yakni Ganjar Pranowo.
"Alhamdulillah, mereka sangat antusias terutama saat melakukan deklarasi untuk mendukung Bapak Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024. Nelayan di pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar ini yakin bahwa Bapak Ganjar adalah pemimpin terbaik untuk Indonesia ke depan," ucap Bendahara Komunitas Nelayan Pesisir Sulsel, Firmansyah Putra.
Firman mengatakan, warga Kabupaten Kepulauan Selayar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan ini mengaku resah atas melejitnya harga solar yang mencapai Rp25 ribu per liter. Oleh karena itu, mereka membutuhkan pemimpin yang fokus mengatasi permasalahan nelayan seperti Ganjar.
Ganjar terbukti telah mengupayakan kesejahteraan dan kemandirian nelayan selama menjabat di kursi pemerintahan. Di Jateng, Ganjar meluncurkan sejumlah program mensejahterakan nelayan, misalnya dalam mengatasi kelangkaan solar.
"Beliau langsung berkoodinasi dengan Pertamina dan BPH Migas agar alokasi solar untuk nelayan ditambah. Apalagi, Pak Ganjar sigap memperbaiki sistem pendataan surat rekomendasi nelayan, agar data kebutuhan solar bisa dihitung secara akurat dan tepat sasaran," jelas Firman.
Selain itu, kepedulian Ganjar juga terlihat ketika mengalokasikan bantuan Rp60 miliar kepada masyarakat terdampak penyesuaian harga BBM bersubsidi, termasuk nelayan. Sebanyak 14.375 orang nelayan di Jateng mendapatkan bantuan sebesar Rp 4,74 miliar yang dianggarkan Ganjar.
Aksi nyata itu tentunya menyempurnakan program Kartu Nelayan dan Asuransi Nelayan (Asnel) yang digagas Ganjar. Sejak 2016-2022, Ganjar telah mengcover 151.457 nelayan dengan Asnel dan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Pak Ganjar mampu memberikan rasa aman bagi nelayan. Harapan kami, semua nelayan bisa merasakan kepedulian-kepedulian Pak Ganjar bila menjadi Presiden," tutup Firman.
Tokoh masyarakat Bontosunggu, Andi Mulawansah mengaku, kenaikan harga solar di Kabupaten Kepulauan Selayar menyebabkan banyak nelayan berhenti melaut.
Andi dan nelayan lainnya menginginkan kesejahteraan dan kemandirian nelayan, seperti halnya yang dirasakan nelayan Jawa Tengah. Semua itu, tak lain berkat kegigihan dan konsistensi Ganjar Pranowo selaku pemimpin.
"Karena seiring kepemimpinan beliau di Jateng nelayannya betul-betul sudah mandiri, sementara kami di Selayar ini belum merasakan bagaimana mandiri. Semoga, Pak Ganjar menjadi presiden dan tetap mendorong program-program nelayan agar bagus kehidupan kami," tutup Andi. (OL-13)
Baca Juga: Ganjar Gayeng Bareng Ratusan Pelajar Bahas Moderasi Beragama
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Acara dibuka dengan pawai komunitas yang menempuh rute sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan mengenakan piyama, sebagai simbol mimpi yang dibawa ke jalan.
Tanpa skrining berkala, masyarakat seringkali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Bali Coffee Club Jakarta dirancang sebagai ruang terbuka bagi komunitas untuk berkarya dan berkolaborasi.
Program utama yang mencuri perhatian dalam aktivasi ini adalah Badut Tongkrongan, sebuah ajang pencarian bakat komika versi komunitas.
Off-road melibatkan sekitar 200 peserta dengan 60 unit Toyota Fortuner yang datang dari 27 chapter di berbagai daerah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved