Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda merupakan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, generasi muda wajib berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan menjaga negara dari berbagai ancaman perpecahan seperti intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Begitu pula di era canggih dan media sosial, generasi muda wajib ikut melawan penyebaran intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
"Para pemuda bisa berperan aktif dan semangat untuk menjadi bagian garda terdepan dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian, cinta tanah air, dan toleransi demi untuk mewujudkan Indonesia yang harmoni," ujar Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Nisan Setiadi di Manokwari, Papua Barat, Selasa (8/11).
Pernyataan itu diucapkan Nisan saat mengukuhkan Duta Damai Dunia Maya Regional Papua Barat di Hotel Aston Niu, Manokwari. Duta Damai Dunia Maya Regional Papua Barat terdiri atas 50 anak muda dari blogger, desain komunikasi visual, serta IT.
Menurutnya, keberadaan Duta Damai Dunia Maya merupakan implementasi kebijakan pentaheliks (multipihak) dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Kebijakan itu dilakukan BNPT untuk terus berkomitmen dan konsisten mengajak seluruh komponen masyarakat baik pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media, untuk bersama-sama terlibat serta berpartisipasi dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, dan toleransi.
"Pembentukan duta damai dunia maya merupakan salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi BNPT dengan komunitas generasi muda dalam rangka memberikan edukasi dan literasi media dalam meningkatkan daya tangkal masyarakat dari intoleransi, radikalisme, dan terorisme," terang Nisan.
Selain Duta Damai Dunia Maya, lanjutnya, BNPT juga telah membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (BNPT) di Papua dan Papua Barat. FKPT ini terdiri atas stakeholder daerah, tokoh agama, tokoh ada Papua, dalam membangun kerukunan dan perdamaian.
Baca juga: Warga Klaten Antusias Ikuti Berzikir dan Berselawat Sambut Seabad NU
"Ini adalah upaya BNPT untuk membangun Indonesia umumnya, dan Papua Barat khususnya agar lebih rukun dan damai untuk Indonesia harmoni. Duta Damai Dunia Maya Papua Barat ini merupakan investasi besar untuk membangun tanah Papua Barat.
Duta Damai Dunia Maya Regional Papua Barat ini merupakan yang ke-18 di seluruh provinsi di Indonesia. Sebelumnya Duta Damai Dunia Maya BNPT sudah tersebar di 17 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.
Nisan mengungkapkan, keberadaan Duta Damai Dunia Maya ini sangat penting. Pasalnya, di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, internet telah membentuk lingkungan sosial baru, terutama dengan keberadaan media sosial.
Ia mengungkapkan, bahwa keberadaan banyak hal positif dan edukatif di jejaring internet. Namun sebaliknya dunia internet menjadi ladang subur konten-konten negatif bernuansi provokatif, hasutan, hate speech, hingga intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
"Bukan hal baru bahwa kelompok radikal terorisme telah memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai sarana propaganda, indoktrinasi, dan rekrutmen. Banyak fakta dan aksi terorisme dilakukan anak muda akibat terpapar paham radikal terorisme di dunia maya," ungkap Nisan.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Pembentukan Duta Damai Dunia Maya Regional Papua Barat, Kolonel Sujatmiko menjelaskan, pelatihan itu berlangsung selama empat hari dengan diikuti 50 peserta. Mereka berasal dari beberapa perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan di Papua Barat.
Untuk bisa menjadi Duta Damai Dunia Maya, para peserta harus lebih dulu melalui tahap seleksi berupa wawancara wawasan kebangsaan, skill, dan dedikasi dalam menyebarakan perdamaian di dunia maya dan dunia nyata. (RO/OL-16)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Al Araf menilai draft Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme yang saat ini beredar mengandung persoalan inkonstitusional
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Aturan tersebut wajib memiliki batasan yang jelas agar tidak mencederai hak asasi manusia (HAM).
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Urgensi peran militer semakin tinggi jika aksi terorisme sudah melibatkan aktor lintas negara (transnasional) dalam melancarkan serangannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved