Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain (DKV FSRD) Universitas Tarumanagara melakukan kunjungan ke Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat dan diterima Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan didampingi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Norasari Arani.
Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan prodi DKV di Kabupaten Kubu Raya sebagai realisasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Muda Mahendrawan meengatakan, daerahnya selama ini berupaya mendorong dan memperkuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mereka optimis serta yakin dengan produk-produk yang dihasilkannya.
Dikatakannya, UMKM Kubu Raya berpeluang untuk meningkat sampai pada kegiatan ekspor sehingga mampu mengurangi pengangguran. Untuk dapat bersaing, perlu dilakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
"Saya yakin Universitas Tarumanagara adalah salah satu kampus ternama yang berpengalaman dan kompeten untuk mengawal sekaligus memperkuat UMKM di Kabupaten Kubu Raya. Semoga Universitas Tarumanagara bisa menjadi mitra yang luar biasa," ungkapnya
Baca juga : Puspresnas Kemendikbudristek Apresiasi Penyelenggaraan Lomba PSMN 2022 Di Untar
Kepala Dinas DKUKMPP Norasari Arani berharap DKV Untar bisa berkontribusi membantu peningkatan kualitas produk dari sisi desain kemasan agar dapat meningkatkan omset.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Untar Kurnia Setiawan dan Ketua Prodi DKV FSRD, Ruby Chrissandy menyatakan kesiapannya untuk membantu UMKM Kubu Raya.
Sementara itu anggota tim Anny Valentina menambahkan, produk-produk UMKM Kubu Raya walau sudah baik namun perlu digarap lebih serius.
Tim FSRD beranggotakan Andreas, Ferdy Tanumihardjo, Toto Mujio Mukmin, Tri Hadi Wahyudi, Julius Andi, Agus Danarto dan mahasiswa melakukan penelitian dan membantu pengembangan UMKM di Kubu Raya.
Kegiatan itu juga untuk dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa melihat, belajar dan menerapkan ilmu yang didapatkan selama kuliah. (RO/OL-7)
Bhakti menyebut hingga kini pihaknya telah memeriksa 65 saksi. Penyidik, kata dia, masih terus berupaya mengumpulkan sejumlah alat bukti.
Total ada 65 aksi dan lima ahli dimintai keterangan dan diketahui proyek ini telah menimbulkan kerugian keuangan negara 62.410.523,20 USD (setara Rp1,350 triliun) dan Rp323.199.898.
Tessa mengatakan, penggeledahan telah dilakukan dari Jumat, 25 April 2025. KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Wilayah terdampak banjir tersebut antara lain Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya.
Pemerintah memilih Provinsi Kalimantan Barat pada Pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan Tahun 2024 untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan negara itu.
Dukungan bagi pengembangan UMKM lokal juga ditunjukkan dengan terus menjaga kualitas pelayanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved