Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WORKSHOP Pengembangan Kabupaten/ Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 kali ini menyambangi Kota Binjai di Provinsi Sumatra Utara (Sumut).
Kota Binjai menjadi Kota lokasi ke-33 yang mendapat kesempatan mengikuti workshop dan bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.
Dalam workshop yang diselenggarakan di Pendopo Omar Baki tersebut, Mas Menteri -sapaan Sandiaga Uno- mengatakan, "Konsep ekonomi kreatif kita tidak akan tergerus zaman, dan perlahan akan menggantikan posisi ekonomi ekstraktif."
“Karena modal awalnya, imajinasi, kreatifitas dan inovasi, orisinil, unik dan terbarukan. Karena itu, kita harus mampu membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, tidak sendiri-sendiri, dukungan pemprov, pemkot, legislatif dan pemerintah pusat menfasilitasi sehingga kita punya produk kreatif yng keren,” jelas Sandiaga dalam keterangan pers, Kamis (22/9).
Meskipun belum melakukan uji petik, sub sektor kuliner dan kriya bisa menjadi subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Binjai.
Pemkot Binjai sudah konsisten mengembangkan sektor parekrafnya baik kuliner maupun kriya, seperti tahu balek, kain ulos, tau kua heci, dan mie sop ayam.
Menurut Sandi, kualitas produk UMKM Kota Binjai sudah baik, begitu pun dengan cita rasa kulinernya yang enak. Hanya, masih diperlukan peningkatan kualitas kemasan, yang bisa dilakukan melalui program bedah desain kemasan kuliner nusantara di Kemenparekraf.
Baca juga: DPR Sarankan Menparekraf Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Pariwisata dan Ekraf
“Ini nanti bisa disandingkan dengan proses uji petik, jadi peningkatan kemasan dan pemasarannya,” katanya.
Program pelatihan dan pendampingan Kemenparekraf bekerjasama dengan pemerintah Kota Binjai diharapkan mampu mendorong UMKM Kota Binjai naik kelas dan semakin menambah peluang usaha dan kerja. Terlebih, selain kuliner dan produk kreatif unggul, Kota Binjai juga didukung infrastruktur yang sudah terbangun dan letak yang strategis.
Workshop yang dihadiri Wali Kota Binjai Amir Hamzah tersebut diikuti sebanyak 70 pelaku ekraf yang berasal dari subsektor kriya dan kuliner.
Untuk dapat mengikuti workshop, pelaku usaha wajib mendaftarkan diri melalui website www.katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah menjalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat.
Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kita komitmen menjadi kota wisata kuliner, terutama makanan favorit yang ada di Binjai,” terang Wali Kota Binjai.
Workshop itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terjadinya akselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Binjai.
Selepas dilaksanakannya kegiatan ini Kemenparekraf/Baparekraf mendorong pihak pemda agar dapat segera mengajukan diri untuk melakukan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMKI).
Diharapkan Kota Binjai dapat terus konsisten dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan turut memajukan ekonomi kreatif di daerah sekitarnya.
Kegiatan workshop juga diisi oleh Eddy Sukmana (profesional desainer, fotografer, videografer, dan penulis) sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan memberi materi pembelajaran terkait digital marketing.
Disinggung wartawan mengenai Bukit Lawang, Sandi menerangkan, pihaknya menawarkan konsep kemitraan pemerintah dengan badan usaha dan sudah beberapa investor menyatakan kesanggupan pembangunan jalan, dengan pola multiyears dan hasil peningkatan kegiatan pariwisata ini akan diratakan oleh masyarakat.
“Bukit Lawang ini memiliki daya tarik luar biasa, kalau menunggu dari anggaran APBD dan APBN yang mungkin memakan waktu, jadi pelaku pariwisata bisa mengajukan melelaui konsep KPBU yang kita fasilitasi melalui pendanaan multilateral. Sudah beberapa investor," imbuh Sandi. (RO/OL-0()
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama OK OCE Forever Sumatra Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana.
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
Karya kreatif perlu dibangun melalui proses nyata, bukan sekadar tugas akademik, agar menghasilkan output relevan bagi masyarakat dan ekosistem daerah.
Melalui kolaborasi ini, Prasetiya Mulya dipercaya untuk memberikan pendampingan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM di 12 desa yang ada di 12 kecamatan terpilih.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Selain menjadi pusat operasional regional, kantor pusat ini pun dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved