Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING meredanya pandemi covid-19 dan semakin longgarnya persyaratan
bepergian, minat masyarakat Kalimantan Selatan untuk pergi beribadah umroh maupun berwisata ke luar negeri kembali meningkat. Setiap hari kantor Keimigrasian di Kalsel melayani ratusan pembuatan paspor.
Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Junita Sitorus, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir terjadinya peningkatan layanan pembuatan paspor dengan rata-rata permintaan paspor mencapai angka 350-400 paspor per hari. "Pelayanan paspor didominasi permintaan untuk ibadah haji dan umrah."
Jumat (16/9), ratusan warga dari berbagai daerah terlihat datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin yang berlokasi di Landasan Ulin, Banjarbaru, untuk pengurusan paspor. Mayoritas dari mereka membuat paspor untuk kepentingan ibadah umroh dan sebagian berwisata ke
luar negeri.
Pelayanan pembuatan paspor di Kalsel, ada di Kantor Imigrasi
Kelas I TPI Banjarmasin, di Kota Banjarbaru dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
Di sisi lain, biaya ibadah umroh yang dikenakan agen perjalanan (travel) mengalami kenaikan cukup tajam mencapai 30%. Salah satu penyebabnya adalah adanya kenaikan tarif tiket yang diterapkan
maskapai penerbangan belakangan ini.
Manajer Operasional Kaltrabu Tour & Travel Banjarmasin, Muhammad Arifudin mengatakan minat warga untuk beribadah ke tanah suci tetap tinggi, meski biaya umroh mengalami peningkatan.
"Kenaikan dikarenakan adanya penyesuaian harga paket umrah, baik dari
Pemerintah Saudi, penginapan maupun tiket dari maskapai penerbangan,"
ujarnya.
Sebagai contoh biaya umroh yang dulunya berkisar Rp27 jutaan
mengalami kenaikan menjadi Rp33 jutaan. (N-2)
Adanya izin pembangunan kampung haji membuat Indonesia dituntut menghadirkan standar pelayanan haji yang berkualitas, transparan dan akuntabel.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved