Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SEPARUH wilayah di Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diterjang bencana hidrometeorologi. Kejadiannya bersamaan hujan berintensitas sedang sejak Senin (5/9) malam hingga Selasa (6/9) pagi.
Berdasarkan informasi, dari 18 desa di Kecamatan Cibeber, hingga saat ini terdata 9 desa yang diterjang bencana hidrometeorologi. Saat ini petugas gabungan masih melakukan asesmen di lapangan sekaligus penanganannya.
Camat Cibeber, Epi Rusmana, menuturkan bencana di wilayahnya terjadi pada Senin sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan yang berlangsung lebih dari 2 jam itu mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, serta pergerakan tanah. "Bencana dipicu hujan sejak tadi malam (Senin malam) sejak sore," kata Epi dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (6/9).
Sembilan wilayah yang diterjang bencana berada di Desa Cihaur, Cikondang, Cipetir, Cisalak, Cibaregbeg, Cibokor, Sukamanah, Girimulya, dan Cibadak. Mayoritas yang terdampak bencana merupakan areal persawahan. "Ada sembilan desa yang terdampak bencana. Kami juga hari ini (Selasa) masih di lapangan melakukan asesmen," sebut Epi.
Hasil asesmen sementara, bangunan rumah warga yang terdampak banjir luapan air sungai sebanyak 55 unit. Rinciannya, di Desa Cihaur banjir merendam 25 rumah warga di Kampung Sukahati RT 01/01 dan Kampung Kaum Kidul RT 06/01, kemudian di Kampung Nanggeleng Desa Cibaregbeg banjir merendam sebanyak 20 unit rumah warga, dan di Kampung Leuwi Nanggung Desa Sukamanah banjir merendam 10 unit rumah warga.
Sementara luasan areal persawahan yang terendam banjir luapan mencapai sekitar 32,5 hektare. Areal persawahan itu tersebar di 9 kecamatan.
"Kalau pergeseran tanah terjadi di Kampung Cikasur, Cisaat, dan Narogong di Desa Cibokor. Ada tiga rumah warga yang terdampak. Sedangkan tanah longsor di Kampung Bojong Limus RT 01 dan 02 di RW 09 mengakibatkan akses jalan terancam," ungkapnya.
Dari berbagai kejadian bencana hidrometeorologi itu, kata Epi, tidak ada korban jiwa. Namun terdapat satu orang warga yang mengalami luka ringan saat terjadi pergeseran tanah.
"Hingga saat ini tidak ada warga yang diungsikan. Kami menyiapkan posko kesehatan bagi warga. Laporan di lapangan, ada beberapa orang warga mengalami gatal," jelasnya.
Epi mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Karena itu, warga diimbau bisa menyelamatkan barang-barang berharga sebagai antisipasi kemungkinan kembali turun hujan. "Kami sudah laporkan ke pak Bupati serta BPBD dan dinas teknis lainnya," pungkasnya. (OL-15)
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved